Ebatan


Kayaknya udah keseringan gue bahas deh ya. Yup!  Ini namanya EBATAN. Dari kata EBAT yang kalo nggak salah berarti cincang. Koreksi ya kalo salah. Ya karena bahan-bahannya memang dicincang gitu. Nemu Ebatan di hari biasa susah loh karena biasanya dimasak pas ada hajatan atau BEGAWE dalam bahasa sasaknya. Tapi biasanya ada juga sih warung atau rumah makan yang nyediain menu Ebatan cuma jarang.

Makanan khas dari Lombok ini emang enak banget guys. Dibuat dari campuran berbagai macam bahan. Mulai dari daun belimbing, pisang batu,  kelapa, daging dan lain-lain dengan bumbu rempah-rempah yang kompleks banget.

Kalo main ke Lombok jangan lupa cobain Ebatan yah!  #Ebatan #Lombok #Food #Yum #fun #yay #excited #explorelombok

Festival Peresean


Salah satu agenda Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016 adalah Festival Peresean yang diadakan di Pantai Senggigi.
FYI, Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan PENJALIN (Rotan) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras atau biasa disebut ENDE. Menurut Wikipedia sih.

Tradisi Peresean dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean juga termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biasanya disebut PEPADU dan wasit disebut PAKEMBAR.

Kalo jaman dulu Peresean dipake buat melatih ketangkasan suku Sasak untuk melawan para penjajah. Selain itu, tradisi ini juga merupakan media yang dipake sama para PEPADU untuk melatih ketangkasan, ketangguhan, keberanian dalam bertanding. Konon, Peresean juga dipakai sebagai upacara memohon hujan bagi suku Sasak di musim kemarau. Pantesan tadi baru mulai pertandingan bentar aja langsung turun hujan! #abaikan

Tapi kalo jaman sekarang, tradisi Peresean dipake buat nyambut tamu atau wisatawan yang datang ke Lombok. Yuk buat temen-temen yang pengen liat Peresean, bisa langsung dateng ke Lombok. Cepetan yah! #peresean #bulanbudaya #bulanbudayalomboksumbawa2016#lombok #sasak #nusatenggarabarat #explorelombok #culture #fun #yay #excited

Movie of The Day: Lights Out


Sejak memutuskan nonton film Lights Out, gue udah sugesti diri gue kalo gue nggak bakal gampang ditakut-takuti. This-is-just-a-movie! Selain gue jarang nonton film horor, genre ini juga bukan favorit gue tapi bukannya anti loh ya. Apa sih yang bakal gue liat di film horor? Paling setannya gitu-gitu doang kan ya.

Film Lights Out bercerita tentang sebuah keluarga yang abis ditinggal mati suaminya karena ulah “sesuatu” yang bernama “Diana” yang bikin seorang anak laki-laki jadi nggak bisa tidur gegara sering digangguin olehnya. Akibatnya dia sering ketiduran di kelas. Di sinilah masalah muncul buat mengungkap siapa sih sebenarnya Diana itu. Sekedar informasi nih, film Lights Out diproduseri sama James Wan! Itu loh yang bikin film The Conjuring.

Sesuai judulnya, Lights Out, film ini memang tentang mati lampu. Di awal film dijelasin rule di film ini, setannya bakal muncul dalam gelap dan ngilang kalo ada cahaya entah itu siang atau malam. Filmnya bikin penasaran dan misterius banget sekaligus mendebarkan. Nggak tau ya ini memamg efek suara dari filmnya atau dari bioskopnya ya beberapa suara seperti sengaja nggak stereo sampe @maaymooy pikir ada speaker yang rusak karena berasa kayak di sekitar kita. Pas setannya garuk-garuk lantai gue sampai berkali-kali lirik ke kiri atas kemudian ngeliat ke langit-langit dan well memang efek suara dari filmnya. It feel so real dan waktu itu gue nontonnya di @cinemaxxtheater @lombokcitycenter Oke, dan ternyata beberapa adegan di film ini akhirnya sukses bikin gue kaget sampe teriak berkali-kali.
Bisa dibilang Lights Out film ngagetin. Mainannya tempat gelap dengan efek suara mengagetkan cuma durasinya dikit banget padahal gue suka ceritanya.

Buat lo yang pengen yang kaget-kaget pas banget nonton film ini #LightsOut #Review #TukangKomen #Movie #Film #Horor #Lombok #Mataram #JamesWan #Diana #Cinemaxx #fun #yay #excited

Movie of The Day: 3 Srikandi



Ada beberapa alasan yang akhirnya bikin gue nonton film ini. Yang pertama, trailernya keren dan menjanjikan. Kedua, Reza Rahadian. Jaminan mutu deh kalo filmnya doi. Ketiga, momennya pas banget. Lagi beneran ada Olimpiade dan bulan Agustus pula. Berasa nasionalis banget lah menonton film lokal dengan tema Indonesiable di bulan Indonesia akan berulang tahun.

Menurut gue nih, film 3 Srikandi kurang greget! Nggak sesuai sama ekspektasi gue dari trailernya. Filmnya cenderung komedi padahal banyak momen-momen yang bisa dimanfaatkan biar filmnya jadi lebih dramatis lagi. Contohnya pas seleksi pemanah, berasa nggak masuk akal dan main-main eh tiba-tiba ketiganya kepilih gitu aja kayak nggak ada perjuangan berarti padahal untuk seleksi sekelas Olimpiade. Yah meski di cerita aslinya memang mereka lolos seleksi. Seolah-olah penonton disuruh cepet-cepet dan langsung digiring ke ending begitu aja karena memang yang paling keren pas ending.

Beneran deh, pas bagian akhir, pas semua orang yelling “INDONESIA” itu bikin merinding. Nasionalismenya berasa banget. Gue berasa Indonesia banget. Ada kebanggaan tersendiri jadi warga negara Indonesia meski kenyataannya negara kita lagi porak-poranda-ancur-lebur-berantakan kayak sekarang meski speech Reza Rahadian ketika ngasi semangat nggak begitu cetar-cetar amat tapi gue ngebayangin lagi beneran nonton pertandingan olahraga melawan negara lain di final. That’s make Indonesia’s Indonesia.

Terus set filmnya juga sepertinya bodo amat. Kalo nggak salah settingnya sekitar tahun 80-an. Sesekali keliatan retronya dengan menampilkan beberapa benda di era itu. Ada lagu Ratu Sejagat-nya tante Vina Panduwinata yang katanya lagi hits kala itu diputar di radio tapi di beberapa kesempatan keliatan kekinian ditambah lagi ada orang pake jaket Lilo & Stitch #LOL terus ada penampakan boneka Elsa-nya Frozen yang let it go.. Let it go itu loh #LOL 

Udahan ah, nggak usah terlalu kritis. Mending lo nonton sendiri gih. Filmnya menghibur kok. Maju terus film Indonesia! INDONESIA! INDONESIA! #3srikandi #review #adnan #movieoftheday #tukangkomen #indonesia #movie #film #rezarahadian #bcl #chelseaislan #lombok #yay #fun #excited

Movie of The Day: The Secret Life of Pets


Gimana jadinya ya kalo hewan  piaraan pas ditinggal sama majikannya? Bisa jadi kayak di film The Secret Life of Pets ini.

Film ini bercerita tentang  kehidupan seekor anjing bernama Max yang berubah pas pemiliknya membawa pulang anjing lain bernama Duke. Tapi kemudian mereka harus bersatu, saat seekor fluffy bunny bernama Snowball mengumpulkan pasukan dari peliharaan yang terlantar untuk membalas dendam pada peliharaan yang bahagia beserta pemiliknya. Familiar? Yup agak sedikit mirip sama cerita Toy Story-nya Disney.

Filmnya lucu dan sekaligus agak menyeramkan kalo ditonton anak-anak meski beberapa karakter juga keliatan fluffy banget minta diuyel-uyel apalagi kucing gendut Chloe sama Gidget. Tingkah laku para hewan ini bikin ngakak tapi banyak adegan kekerasan dan kata-kata kotor ditambah lagi karakter-karakter hewannya banyak yang disgusting. Buat para orang tua, om, tante, paman, bibi atau siapa aja yang punya anak kecil dampingin aja kalo pengen nonton film ini karena TIDAK SEMUA FILM KARTUN ATAU ANIMASI COCOK DITONTON ANAK-ANAK. Jadi harus beneran selektif memilih filmnya dan jangan lupa liat-liat ratingnya.

Selain ceritanya yang agak sedikit mirip dengan animasi sebelah, pengisi suaranya juga familiar. Suara si elang misalnya. Yup! Dubbernya sama dengan dubber Marlin, bapaknya Nemo di Finding Nemo terus si Gidget, dubbernya sama dengan Miss Bellwheter di Zootopia. Belum lagi ada kemunculan poster film animasi terbaru dari studio si empunya film ini yang berjudul SING dan akan dirilis akhir tahun ini juga! Can’t wait.

Eh, ya karena ini studio film juga yang bikin Despicable Me dan Minion, jadi ada film pendek Minion sebelum filmnya dimulai loh.

#Review #thesecretlifeofpets #movieoftheday #tukangkomen #minion #adnan #gidget #chloe #max #movie #film #animasi #kartun #animation #fun #yay #excited

Cowok Ribet


Gue masih betek aja cuma gara-gara ulah seseorang ritme hidup gue jadi berantakan #eaaaaa yang awalnya berjalan sesuai rencana dan jadwal malah sekarang jadi nggak jelas. Semacam lo lagi nyusun kardus bekas mie instant menjulang ke atas kemudian ada yang menarik kardusnya di tengah-tengah pondasi, mau nggak mau susunannya jadi berantakan. Roboh. Ancur lebur. Menyebalkan.

Hampir satu bulan tapi masih belum terbiasa. Gue yakin pasti bisa kok cuma butuh waktu aja buat ngikutin ritme hidup gue yang baru.

BTW, gue kok lama-lama berasa kayak robot ya. Bangun tidur berangkat kerja. Pulang kerja langsung tidur. Begitu seterusnya. Nggak pernah ngalamin hal-hal luar biasa akhir-akhir ini. Padahal banyak hal-hal keren terjadi di sekitar gue tapi gue kok berasanya biasa aja dan nggak bisa menarik minat gue. Lempeng gitu aja. Gue berasa kayak jadi Pi di film Life of Pi, berasa di tengah lautan di atas sekoci tanpa tau arah tujuan ke mana. Ya ngikutin ombaknya ke mana aja membawa gue. Bedanya gue nggak sama harimau di dalam sekocinya. Nggak jelas. Meraba-raba. Melayang-layang. Mengawang-awang bak layang-layang di lautan seberang #eaaa #maksa

Apa guenya aja kali ya ngebawa idup terlalu serius? Apa perlu gue santai kayak di pantai lalu berlari ke hutan dan berteriak,

“PECAHKAN SAJA GELASNYA! BIAR RAMAI! BIAR MENGADUH SAMPAI GADUH!”

Tapi gue nggak mau. Sayang gelasnya. Nanti dimarahin mom Channets apalagi itu bonus dari sabun colek favoritnya.

Tapi ya emang tipikal gue juga sih. Beda-beda. Gue kalo lagi ngadepin sesuatu harus yang beneran fokus dan nggak boleh keganggu kalo nggak ya bisa berantakan. Gue bukan orang yang mampu ngadepin banyak hal dalam sekali eksyen. Yang ada gue nanti malah kolaps. Diibaratkan gue hape yang RAM-nya cuma 64 MB tapi dipaksa menjalankan puluhan aplikasi gede-gede dan berat ya jatohnya lemot. Kadang ngelag, sesekali freeze lalu not responding dan parahnya ngehang akhirnya mati total. Ew!

Itu kalo hape. Bedanya gue kan manusia. Gue harus lebih oke ketimbang hape. Masa iya kalah sama hape?

Mid-night


Hey, it’s midnight. Pertama-tama gue mau bilang kalo gue seneng banget karena blog gue ini udah ada music player-nya. At least blogging jadi nggak sesunyi seperti dulu, I mean, nggak perlu nyalain musik di tempat lain karena blog gue ini udah dilengkapi pemutar musik #eaaa. Sebenarnya pengen yang lebih keren tapi cuma dapet yang simpel, cuma nambahin widget Soundcloud doang. Hahahahaha.

Oh ya, beberapa minggu ini suasana hati emang lagi nggak menentu. Apalagi gue ngalamin penyesuaian jadual kerja lagi. Yang tadinya masuk siangan jadi masuk pagian. Malah pagi-pagi buta. Nggak susah, cuma memang belum terbiasa ditambah lagi harus menyesuaikan jadual aktifitas yang lainnya yang otomatis ikutan berantakan. Fiyuh. Capek.

Ungkapan yang bilang, “Tuhan ngasi apa yang lo butuh bukan apa yang lo mau” ada benernya. Beberapa waktu lalu gue pernah komplin dan ngeluh banget sama kerjaan gue saat itu. Bukan passion lah, jam kerjanya banyak lah, ini lah, itu lah, sampai akhirnya mikir kalo misalnya gue punya kerjaan yang sesuai passion pasti bakal menyenangkan dan mendebarkan sekaligus mengejutkan. Iyalah, karena memang gue suka kerjaan itu otomatis nggak kayak lagi kerja justru berasa kayak lagi main. Enjoy gitu deh.

Pada kenyataannya sih nggak sepenuhnya benar. Masing-masing kerjaan punya tantangan masing-masing. Bahkan pekerjaan yang sangat lo cintai sekalipun. Gue akhirnya mikir, kok kenyataannya nggak sesuai dengan apa yang gue bayangin kala itu ya. Kerjain hal-hal yang memang gue suka. Tanpa paksaan dan memang benar-benar dari hati. Sangat menyenangkan! Makanya kalo ketemu temen entah temen sekolah, temen masa kecil atau temen jadul yang keliatannya hepi-hepi aja belum tentu hepi loh tapi semoga aja sih mereka emang beneran hepi. Ketika ngeliat temen udah sukses, berasa, “Wah, keren banget! Udah sukses ya sekarang.” Belum tentu juga sih. Gue yakin masing-masing punya problem sendiri-sendiri yang diliat orang kan cuma luarnya aja. Semacam rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Padahal belum tentu. Siapa tau rumputnya plastik. Palsu. Fake.

Gue juga sering ngerasa begitu. Kita bersua #eaaaaa sama orang, terus mereka bilang, “Enak ya, lo begini begitu syalalala..” Yak yang mereka liat cuma luarnya doang. Mereka cenderung liat hasilnya tanpa ngeliat perjuangannya kayak gimana. Padahal justru di situ pentingnya.

BTW, ini ngeblognya ngomong apa sih? Ngelantur kesana kemari. Gaje.

Menangkap Senja di Pantai Senggigi


Beberapa hari yang lalu gue sempat yang excited banget karena gue diajakin temen buat explore salah satu pantai yang belum pernah gue datengin sama sekali. Namanya pantai Sungkun.

“Oh, my GOD!!! I’m so excited! Oh, my! I can’t feel my face!!!”

Meski gue lahir dan gede-gede di Lombok, honestly, gue masih banyak banget tempat-tempat yang belum gue kunjungin. Apalagi saat ini Lombok jadi pusat perhatian di mana orang-orang beramai-ramai mengunjungi Lombok dan gue masih sibuk dengan kerjaan gue.

Kendala utama gue saat ini adalah transportasi. Makanya gue lebih suka naik pick up ketimbang naik motor. Karena memang motor gue udah nggak bersahabat lagi, bentar-bentar mati di tengah jalan, kalau naik mobil pick up kan lebih asyik masih bisa tiduran dan ngobrol sama temen-temen sambil menyanyi-nyanyi dengan perasaan riang gembira.

Setelah fix dapet tebengan, gue tambah seneng dong. Beberapa minggu sebelumnya gue nggak bisa ikutan karena kendala motor dan nggak dapet tebengan. Nggak masalah juga sih. Gue mikirnya simpel. Ada tebengan gue ikut, nggak juga nggak masalah.

Malamnya gue kecewa banget. Orang yang gue tebengin tiba-tiba nggak bisa ikut karena ada pekerjaan mendadak. Syedihnya. Katanya nggak apa-apa? Ya nggak apa-apa tapi tetep aja kecewa padahal udah heboh sendiri update sana sini kalo besok bakal pergi jalan-jalan. Yoda deh kalo begitu.

Besoknya, gue guling-gulingan sendiri di rumah nggak tau mau ngapain kemudian muncul ide buat main ke pantai terdekat buat mengobati kekecewaan. Jadi deh pergi ke pantai Senggigi. Salah satu pantai paling terkenal di Lombok.

20160103_183354.jpg

Pantai yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini emang nggak ada matinya. Dari jaman gue tau namanya pantai, gue udah kenal pantai Senggigi. Biasanya masa liburan sekolah atau sehabis lebaran gue biasanya ke pantai Senggigi. Kalo dulu lebih heboh, ke Senggigi bareng orang sekampung. Kalo sekarang udah jarang berame-rame mungkin karena udah punya kendaraan masing-masing kali ya.

20160103_180734.jpg

20160103_180817.jpg

Terus, apa yang ditawarkan oleh pantai Senggigi?

20160103_180907.jpg

Dari jaman nenek moyang, yang bakal kita liat di pantai ya paling sunset, berenang atau main pasir. Mancing juga oke tuh atau surfing bisa juga. Dong nggak mungkin lah lo ke pantai mau nyari bioskop?

20160103_180844.jpg

Semainstream-mainstreamnya ya pasti dong yang paling ditunggu adalah sunsetnya. Kita semua tau dong ya sunset itu pasti begitu-begitu aja tapi entah kenapa gue masih tetep suka ngeliat sunset. Sama kayak makan nasi, semua orang tahu rasa nasi itu seperti apa tapi toh tetep dimakan setiap hari. Hahahahaha apa deh analoginya gaje.

20160103_181901.jpg

20160103_181259.jpg

20160103_181435

“Tempat yang sama, pose yang sama dan suasananya pun sama tetapi aku yakin dari sekian kesamaan yang terlihat, masing-masing memiliki cerita yang berbeda”.

 

 

 

 

 

One Day (at least) One Post: Happy New Year 2016!


Hey, ini postingan pertama gue di tahun 2016! Sebelumnya gue mau ngucapin happy new year 2016! Semoga hari yang cerah dan indah selalu menanti kita tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, aamiin.

Mengingat tahun 2015 kemarin adalah tahun paling nggak produktif sama sekali. Bayangin cobak, setahun cuma bisa brojolin 4 postingan! Kemana aja gue? Makanya tahun ini gue pengen ngeblog lagi, pengen nulis lagi, pengen berbagi lagi. Sebenarnya tahun kemarin itu banyak banget hal yang pengen gue tulis, pengen gue bagi tapi mungkin emang lagi maleus aja. Ditambah lagi tahun kemaren, gue lumayan banyak ngunjungin tempat wisata yang ada di Lombok tapi cuma berakhir sebagai kenangan di otak. Eh tapi kalau mau liat cek aja Instagram gue riadunadnan ada deh sedikit story-storynya.

Tahun ini gue punya komitmen buat ngeblog  setiap hari. Menulis tentang banyak hal. Penting atau nggak penting pokoknya ngeblog. Pokoknya nulis. Namanya adalah “One Day (at least) One Post”.

Semoga bisa terlaksana. Aamiin.

Hits of the Day: Adore – Jasmine Thompson


Mungkin bagi kamu yang suka banget youtubing hits-hits cover, pasti sudah mengenal Jasmine Thompson. Dara kelahiran Inggris 8 November 2000 dengan suaran khasnya yang soft-smoky-eerie (LOL) yeah, memang terdengar “ngeri” tapi menghanyutkan bahkan banyak yang melabeli Jass dengan “angel voice”.

Akhirnya Jasmine Thompson merilis single terbarunya yang berjudul “Adore”. Hits ini merupakan single perdananya setelah sign dengan major label, Atlantic Record. Sebelumnya, Jass pernah menelurkan beberapa album yang merupakan kompilasi hits covernya sendiri secara indie serta berkolaborasi bersama beberapa DJ kenamaan diantaranya Robin Schulz dengan hits “Sun Goes Down” yang lumayan sukses dan Felix Jaehn dengan hits “Ain’t Nobody (Loves Me Better)”.

Senang rasanya melihat perkembangan karir Jass yang kian hari mulai menampkakkan diri di industri musik dunia apalagi bagi kamu yang sejak lama mengikuti perkembangan musiknya di Youtube. Mulai dari menyanyikan lagu orang sampai bisa sign dengan major label.

Hits “Adore” sendiri tipikal lagu-lagu EDM kekinian yang tak begitu berisik tapi asyik. Di awal terdengar sedikit familiar dengan intro “Prayer In C (Robin Schulz Remix)”. Mungkin karena kesuksesan “Sun Goes Down”, Jass meneruskannya dengan merilis single seperti ini tapi tetap menonjolkan image dan cara bernyanyi yang misterius-soft-smoky-eerie padahal dengan menyanyikan lagu-lagu mellow akan menunjukkan kualitas angel voice-nya. Actually, I usually never like when youtubers who do cover made their own music. Banyak banget tukang cover lagu rilis lagu original namun terasa kurang greget. Terasa kalau mereka memang lebih cocok cover lagu-lagu orang (nggak semua sih).
Tapi Jasmine Thompson berbeda. I just feel like this is gonna be huge! It’s gonna be the song that gets her famous! Semoga saja.

Adore you Jasmine Thompson!

LYRIC

Come to me and I shall give you peace

Come to me lay down your head

Touch the rain and feel the summer breeze

Say the things we’ve never said

I will keep you from the world outside

I will never let you go I will be the thing you dream about

Come to me and you will know

I adored you before I laid my eyes I laid my eyes on you

l’amour toujours I just can’t take my eyes can’t take my eyes off you

Follow me to where the rivers meet

Tell me I belong to you

Feel the grass crumble beneath your feet

Set me free and let me loose

Take my heart for it is yours to keep

Shackle my spirit to you You are mine and mine eternally

Come to me you always knew

I adored you before I laid my eyes I laid my eyes on you

l’amour toujours I just can’t take my eyes can’t take my eyes off you

I adored you before I laid my eyes I laid my eyes on you

l’amour toujours I just can’t take my eyes can’t take my eyes off you

I adored you before I laid my eyes I laid my eyes on you

l’amour toujours I just can’t take my eyes can’t take my eyes off you

I adored you before I laid my eyes I laid my eyes on you

l’amour toujours I just can’t take my eyes can’t take my eyes off you.

« Older entries