Change The Future


Dear Aku

Entah mimpi apa yang aku alami akhir-akhir ini aku tak begitu memikirkannya tiba-tiba saja aku bertemu dengan dua orang eh salah tiga orang misterius tepatnya. Kau tahu? Mereka menyebut diri mereka KECE! Huh yang benar saja. Aku bertemu mereka di Dunia Maya. Mereka mengatakan bahwa mereka bisa membantuku untuk kembali ke masa lalu meski tidak secara langsung. Ya mereka mengatakan aku diberi kesempatan spesial untuk mengirim surat kepadamu yang notabene diriku di masa lalu dan itu artinya masa depanku ya oke masa depan kita bisa saja BERUBAH. Aku akan menceritakan beberapa hal mengenai keputusan yang kelak akan membuatmu menyesal di masa yang akan datang.

Oke langsung saja.

Aku tahu saat ini kau sedang bahagia. Aku juga tahu saat ini kau dekat dengan seorang perempuan yang menurutku dan menurutmu juga mirip dengan salah satu pemain dalam film Harry Potter : CHO CHANG!!!. Dia memang manis. Semacam hitam manis kalau aku boleh bilang. Ini adalah part terindah dalam hidup kita ya kan?. Oh ya kau sebaiknya berhati-hati dengan teman sekamarmu. Kelak dia bakal berusaha menghancurkan hubunganmu dengan si Cho Chang! Kau tahu, Di masa mendatang dia akan senang sekali mengganggu hubungan kalian. Dia sering sms si Cho Chang secara diam-diam dan begitu kau curiga pasti alasannya cuma iseng. Dan begitu kau menuduh selingkuh dia pasti menebar alibi CUMA TEMAN!!!. Aku memang agak sedikit tidak suka dengan dia. Kau perhatikan saja ketika dia keluar rumah. Kau coba sesekali membuntutinya dan kau akan mendapatinya di rumah Cho! Percayalah! Tapi kau tenang saja Cho tidak pernah suka kok sama teman sekamarmu yang menyebalkan itu.

Aku takkan menyalahkanmu telah membuat target menikah di umur 23. Tetapi sebaiknya kau berpikir terlebih dahulu akan target itu. Apa Cho adalah perempuan paling THE BEST yang kau pacari? Aku pikir banyak yang lebih baik dari Cho. Tapi aku juga mengerti bagaimana perasaanmu terhadap Cho. Aku tahu kau sangat mencintainya.
Dan yang lebih penting lagi di masa mendatang ketika saat-saat dimana kau harus pergi beberapa waktu ke luar kota. Itulah keputusan yang akan kau sesali kelak. Kau sebaiknya jangan kemana-mana! Jaga dia! Tetap disampingnya! Beri ia kepastian.

Untuk itu aku mengirim surat ini dari masa depan untuk sedikit mengubahnya kalau bisa. Jujur aku juga sampai detik ini masih berharap bisa bersama Cho. Bisa selalu bersama dengannya adalah hal yang paling membahagiakan – selain bersama ibu tentunya- . Karena beberapa bulan setelah kau pergi CHO AKAN MENIKAH DENGAN PRIA LAIN!!!!. Dia akan menghianatimu! Semua planing serta target menikah di umur 23 yang telah kau susun beberapa tahun terakhir akan hancur berantakan. Kejadian ini akan membuatmu GALAU ditahun-tahun berikutnya – medekati stress malah – sampai saat aku menulis surat ini pun aku masih sedikit GALAU!! – eh ya istilah GALAU akan populer beberapa tahun lagi loh hehehe- Karena itu juga aku tak pernah mempercayai LDR! Yang ada hanya kebohongan dan penghianatan. Semua terlihat indah. Semua terlihat manis. Tak pernah ada perseteruan. Tiba-tiba saja dia telah menjadi milik orang lain 😥 . Dia bahkan tak pernah memikirkan bagaimana perasanmu terhadapnya. Sungguh tidak adil 😥 . Meski demikian aku yakin sebenarnya Cho takkan pernah menginginkan semua ini terjadi. Dan aku pun mengerti kepastian adalah kunci dari semua ini. Tapi apakah semua orang lupa akan keberadaan istilah MENUNGGU???

Pesanku kepadamu adalah kau harus menjaga Cho dengan sebaik-baiknya. Jagalah perasaannya dan JANGAN MENINGGALKANNYA!!! Dan aku masih mengharapkannya. Aku ingin ketika aku membuka kedua kelopak mataku dia telah berada di hadapanku. Ya semoga saja.

That’s all…

Sincerely,
Seseorang Di Masa Depan

D’Jilbabs 5 : D’Bikinies And The Past


Pada jaman dahulu kala tapi nggak dulu dulu amat sih dimana dunia udah modern kayak sekarang ini iduplah seorang gadis bernama Astee. Cewek satu ini idupnya susah banget. Dia ini partimer di sebuah Kelontong Underwear di kotanya. Sebenarnya sih dia cantik namun dia kurang pede karena dia merasa “kurang”. Soalnya ya AHEM! Dadanya rata. Dia jadi agak minder minder gimana gitu. Tapi dia juga punya sobat yang bernama Yulai. Ini sama aja idupnya ga jauh beda sama si Astee. Yulai pun kerja partimer di Kolontong Underwear yang sama dengan Astee. Yulai ini cantik? Dada besar? Seksi? Semuanya salah besar. Kondisinya pun sama kayak si Astee. Bedanya Yulai ini perutnya yang maju. Perutnya bergelambir! Kebayang ga sih gimana lemak yang ketimbun diperutnya hiyy. Dah kaya orang bunting gitu. Eh iya dua orang minus ini juga punya sobat satu lagi namanya Finda. Dia pasti cantik dong? Seksi dong? Iya dong? Semuanya BIG WRONG!!! Boro boro cantik! Boro boro seksi si Finda ini pinggulnya tepos banget!!! Rataaaa kaya triplek! Gak ada lekukan yang berarti! Dan si Finda pun kerja di tempat yang sama dengan Astee dan Yulai tapi beda divisi. Si Astee ngejagain stand Bra. Yulai ngejagain stand Stagen. Dan si Finda ngejagain stand Legging! Deuh pas banget ini. Yang gue aneh ini kenapa bos Kelontong Underwear mau nerima mereka bertiga coba? Kayak nggak ada yang lain aja kan?

Beberapa bulan terakhir toko kelontong underwear emang sepi pengunjung. Bahkan nggak da satu barangpun yang laku dan terancam bangkrut!! Wajar aja sih tiap konsumen ditawari barang sama ini cewek betiga konsumen keluar dengan wajah pucat pada ketakutan.

“Deuuuh kelong begindang tinta adinda barang eike yang laku deh” omel seorang cowok eh salah cewek kurus gitu dengan wig warna pink. Bosnya inih. “Yey betiga gimenong sih ” toyor satu satu ampe kejedot tembok

“Kita udah usaha Madam Jahara tapi emang nggak da yang mau beli” ucap Astee

“Yey usaha terus dong! Kelontong eike bakal bangkrutwati” gebuk gebuk tembok “pokoknya eike tinta mewong tewong! Kelong harinia tinta adinda barang kejual kalian eike Pecut!”

“Aw dipecut” Astee,Finda dan Yulai pegangan tangan dan berpelukan

“Dipecat!!!” Madam Jahara ngeloyor keruangannya.

Abis diomelin tiba-tiba pintu berbunyi kayak ada yang masuk “KRIEEEEEET….” Suara pintunya kayak suara pintu sebuah Gubuk di tengah hutan.

Sesosok berbaju hitam pake jubah kerudung masuk. Mereka betiga pada ketakutan. Pas udah depan mereka orang misterius itu buka penutup kepalanya. Tampak seorang cewek berkacamata bulet dan tebel setebel novel Harry Potter And The Order Of The Phoenix dengan kulit kayak kulitnya palsu tapi gak tau deh gue!!!

“Jangan makan gue! Plis jangan cos dada gue rata! Gak ada daginya bner deh sumpeh” mohon si Astee

“Gue juga jangan yak! Pinggul gue tepos! Tu si Yulai aja yang perutnya begelambir!!

“Buset lo! Jual temen lo” Yulai nyekek leher Finda ampe megap-megap macam ikan kehabisan air.

“Udah udah kalian jangan pada berantem. Gue kesini cuma mw nawarin sesuatu pada kalian”

“Sesuatu? Sesuatu…yang ada dibenak kalian sesuatu…” Yulai nyanyi ala Syahrini sambil mamerin perutnya yang belipet-lipet.

“Udah cukup! Tega banget kalian ya! Sumpah tega banget! Kalian ga pernah mikirin perasaan gue! Temen-temen gue? Perasaan nenek gue yang lagi pup?? Ato perasaan gue yang suka masukin nasi dikuah Mi Instan gue?? Hah??? Jawab! Jawab!”

“Eh Yul, Fin kok dia yang jadi galau sih! Iya aneh ya iya ya hmm..bla bla ..bla..kasak kusuk was was intens silet insert….” Mereka bisik bisik

“Oke cukup! Gue cuma mau nolongin kalian. Beberapa hari belakang ini gue sering meratiin kalian dan jujur gue prihatin sama kalian ” benerin posisi kacamatanya yang tebel dan bulet ” lo Astee!” Nunjuk ke Astee “Gue tahu lo galau coz dada lo rata serata jalan disebelah! Gue juga tahu lo suka nyuri buah apel tetangga sebelah buat itu kan? Terus si Finda si pemilik pinggul tepos! Lo juga suka nyuriin bantal tetangga sebelah buat nambahin itu juga kan begitu juga si Yulai! Untuk itu gue ingin ngebantuin kalian melawan kegalauan kalian. Gimana?”

“Siapa sih lo?” Tanya Yulai

“Kalian gak perlu tau siapa gue! Anggap aja gue ini semacam peri penolong. Astee bayangin kalo lo jadi seksi! Lo bakal bisa nyobain berbagai macam jenis kutang yang ada disini sepuasnya dan kebayang ga sih cowo-cowo pada ngantri trus lo Yulai! Perut begelambir lo bakal singset dan langsing begitupun si Finda pinggul lo bakal bohai dan seksi!”

“Huaaaa mauuuu…” Jawab mereka serempak sambil ileran dengan gambar lope di mata masing masing.

“Syaratnya gampang! Sebentar lagi hari dimana kelahiran Gadis Berjilbab akan datang! Gadis yang akan menghancurkan pakaian seksi dimuka bumi ini! Untuk itu kalian cuma perlu ngebully seorang Gadis berjilbab yang bernama Chindiwati. Menurut ramalan sih Anak itu adalah Gadis Berjilbab yg di ramalkan Sempak Robek! Bully dia dan ketika kekuatannya muncul maka rebutlah sesuatu darinya”

Mereka bertiga setuju dengan penawaran cewek Berkacamata tebel itu.

“Kalian siap?”

Bertiga pada ngangguk mantap.

Gadis berkacamata tebel setebel tebelnya kacamata itu ngeluarin sesuatu berwarna lusuk dan yaaaa sedikit Robek!

“Dengan kekuatan sempak robek berilah mereka kekuatan dan kesempurnaan! On The Name Of Sexylicious!!!!”

Angin tiba tiba berhembus kenceng banget. Membuat seisi Kelontong Underwear berhamburan dan tercerai berai

“Huawaaaaw indah banget badai Underwear!!! Teriak mereka bertiga

“Hei kalian jangan terpana bersiaplah sekarang gue panggil satu satu ..Astee bersiaplah!!! Terima ini!!!”

“Huaaaaaaaaa!!” Astee berteriak sejadinya sambil kejang-kejang

“Woi belom!!!”

“Eh? Gue kirain udah”

“Ini dia!! Terimalah Astee! Super Bra!!”

“Huaaaaaaaaaa” Astee tereak. Semacam Sinar ungu ungu Janda berpendar dr Sempak Robek dan mengenai tubuhnya.

“Berikutnya Yulai! Terima ini Kojui sliming suit!!! Kau juga Finda bersiaplah!!!”

Cewek bertiga itu pada diterpa sinar ungu Janda! Dan abis tu mereka terkulai tak berdaya.

“Huaaaaaaaaaaaaa” si Yulai dan Finda berkolaborasi teriak sejadi-jadinya.

“Woi kalian kenapa?”

“Kan tadi lupa teriak ya teriak sekarang aja huaaaaaaaaaaaaa”

Dan apa yang mereka liat adalah sesuatu yang mereka impi-impikan! Tubuh mereka proporsional dan sempurna pada seksi semua!

“Huaaah kita jadi seksi” berpelukan bareng

“Mulai hari ini kalian gue kasi nama D’Bikinies dan kelak ketika Gadis Berjilbab lahir dengan begitu Kalian akan memiliki kekuatan secara otomatis yang akan kalian perlukan buat ngelawan Gadis Berjilbab yahh .cahaya tampak, kegelapan menyeruak. Fufufufu…”

“Terima kasih banyak”

“Kalian jangan coba coba berhianat karena gue selalu memantau kalian!”

“Beres”

“Tapi bagaimana kalo kita mau mengubungimu?” Tanya Finda

“Ingin mengubungi gue? Tekan 5..I want nobody nobody but you prok prok”

-_________________________-

“Oh maaf ini salah satu hobi terselubung gue! Kalian cukup lempar underwear ke air pasti hologram gue langsung muncul baiklah saatnya gue undur diri ” ngebenerin posisi kacamatanya dan memasang kerudung hitamnya lalu melompat ke tumpukan Underwear dan “BUZZZZZZ” ilang!!!

Sementara itu…

Peri R dan Tria bersama Sorbanokishi sedang dalam perjalanan menuju ke Dunia Peri untuk menolong Chindiwati yang terkena Racun Celana Dalam Expired! Muka Chindiwati makin membiru dan biru. Mereka harus segera menemui Nenek Yayan secepatnya sebelum semuanya Terlambat….

BERSAMBUNG…..

Wind Of Windytopia


“Hei Windy lihat langit terlihat mendung” teriak seorang pemuda di bawah Pohon Cemara yang tumbuh tepat di depan sebuah Rumah Kost tempat ia tinggal.

Aku membuka jendela lalu mendongak ke langit dan memang langit terlihat gelap.

Dari Jendela aku melompat ke dahan Cemara yang berhadapan langsung dengan Jendela kamar pemuda itu.

“Rey jam berapa sekarang?”

“Sekitar jam 4 sore” jawabnya seraya mendongak ke arahku yang sedang berdiri di atas dahan Pohon Cemara. Aku melihat Rey berlari ke dalam Rumah. Sesaat dia sudah berdiri melipat tangan di depan Jendela.

“Apa kau akan menghalaunya lagi?”

Aku mengangguk pelan

“Tapi sampai kapan?”

“Sebisanya”

“Lihat Pohon Cemara yang kau pijak. Daunnya sudah mulai mengering dan berguguran karena hujan tak pernah berhasil meresapi bumi akhir-akhir ini”

“Tapi aneh kok Rumput tetangga selalu terlihat hijau meski tak pernah turun Hujan?” Candaku

“Aku serius Win, kalau sepanjang Tahun kau menghalau hujan apa jadinya Bumi ini? Jangan kan Hewan dan Tumbuhan, Aku pun bisa mati”

“Bagaimana kalau hujan sepanjang Tahun?”

“Itu sama saja, Makhluk hidup butuh Panas dan Air untuk hidup Win, tapi harus seimbang tidak kurang tidak lebih,mengertilah”

Aku melihat Rey menampilkan wajah memelas. Pandangannya menyapu halaman rumah yang tandus.

“Tapi aku tidak ingin pulang Rey” kataku sambil melayang mendekati Jendela tempat ia berdiri. Kedua tangannya menyambut tangan yang aku ulurkan. “aku tak ingin cahaya warna warni itu muncul. Orang-orang dari Bangsa Angin akan datang menjemputku melaluinya. Kalau sampai Cahaya itu muncul berarti saat itu perpisahan kita. Seperti yang kau tahu aku takut cahaya itu menampakkan diri. Ya  meski terlihat indah namun sangat menakutkan bagiku.Aku tak mau hujan sampai turun. Aku ingin hidup selamanya denganmu Rey kau juga harus mengerti aku”. Aku memeluk tubuhnya yang Kurus.Tangannya terasa membelai rambutku yang hitam dan panjang.

“Bagaimana kalau aku ikut denganmu?” Rey melepaskan pelukanku dan menatapku tajam “Ikut ke tempat asalamu..Wind..Windy..”

“Windytopia”

“Ya Windytopia! Dengan begitu kau tak perlu lagi mengahalau hujan sepanjang tahun agar Pelangi tak menampakkan diri”

“Tak semudah itu Rey, Bangsa Angin takkan pernah menyetujui hubungan kita. Kita berbeda”.

Inilah yang paling aku takutkan entah kenapa aku bisa jatuh cinta dengan Manusia. Andai saja waktu itu tak ada yang menolongku di Bukit Pupa-Saat dimana kemunculan pertamaku di Bumi-mungkin aku takkan jatuh cinta dengan Manusia ini. Aku bahkan tak ingat persis hal apa yang membuatku bisa terdampar disini. Tahu-tahu begitu terbangun aku melihat sesosok pemuda kurus dengan senyum menawan yang akhirnya membuatku seolah tak mampu hidup tanpanya. Senyum yang menenggelamkanku dalam perasaan yang tak mampu aku deskripsikan. Senyum yang mampu memenjarakan jiwaku bahkan melebihi Penjara Azkaban.

Bunyi Gelegaran Petir membuat kami berdua tersentak. Tangan Rey dengan reflek mendekap tubuhku. Aku merasakan aura protektif terpancar dari tubuhnya. Angin sepoi terasa memasuki Jendela dan membelai tubuhku. Aku melayang pelan tanpa kendaliku. Tubuhku bergerak melayang ke arah Jendela.

“Windy!”Teriak Rey

Aku mengisyaratkannya untuk tenang tapi hal itu tak mampu menyapu raut wajah kecemasan yang terpancar. Angin ini mencoba berkomunikasi denganku. Aku memejamkan mata dan berusaha merasakan sapaan-sapaan halusnya. Angin ini ingin memberitahuku sesuatu

“Senja ini..beberapa saat lagi ya..tapi..”

Angin sepoi itu terasa menjauhiku usai menyampaikan sesuatu kepadaku. Aku membuka mataku dan bergerak ke arah jendela menatap langit  yang menggelap. Gerimis mulai berjatuhan.Kutarik lengan Rey yang kurus dengan paksa. Melesat dengan Cepat memijaki dahan demi dahan Pohon Cemara itu.Terbang.Dia takkan merasa aneh karena beberapa kali aku pernah mengajaknya melayang mengitari tempat tinggalnya.

“Apa yang akan kau lakukan Win..?”

“Bukit Pupa”

***

Bukit Pupa terlihat sangat berbeda. Warna hijau hamparan rumput yang luas telah menguning. Pemandangan yang sangat berbeda dibandingkan dengan pertama kali aku muncul disini. Kalau saja aku tak menahan hujan hal ini takkan menjadi serumit ini.  Aku begitu Egois. Aku sangat menyesal. Tapi ini semua kulakukan agar aku tetap bersama Rey.

“Rey dengar, Bangsa Angin telah murka. Karena aku telah menghalau Hujan beberapa kali akhir-akhir ini dan hal ini telah membuat cuaca menjadi tak seimbang. Sore ini akan terjadi hujan badai yang sangat dahsyat. Tapi kau tak perlu khawatir karena kali ini pun aku akan menghalaunya”.

“Aku akan membantumu”.

“Sejak kapan kau merasa memiliki sihir hah?” Aku menaikkan alir kiriku seraya menujuk-nujuk dadanya “Kau tenang saja semuanya akan baik baik saja”

“Ya paling tidak membantumu mengayunkan tongkat atau semacamnya..”

“Cukup, Rey ini masalah serius”

“Tapi Win..”

Aku mendaratkan kecupan di bibirnya bertepatan ketika gerimis berubah hujan. Aku meraih kedua tangannya dan mengenggamnya erat.

“Kalau kita memang berjodoh kita pasti akan bertemu kembali suatu saat nanti. Kau cuma perlu mengingat tempat ini, Bukit Pupa dan kelak bila kau merindukanku tataplah langit, ketika Pelangi berpendar di langit senja saat itulah aku akan datang”

Bola matanya yang bening tampak mulai berkaca-kaca. Rey mendekapku erat di tengah guyuran Hujan yang makin menderas.

“Ini akan sangat sulit sekali Win” isaknya.

“Untuk terakhir kali kumohon tersenyumlah. Aku ingin melihat senyuman itu”.

Aku tak kuasa membendung air mataku yang seketika bercucuran berbaur dengan hujan yang membasahi pipiku.

“Jangan lupakan aku, Selamat tinggal Rey” bisikku di telinganya

Aku melepaskan pelukan eratnya yang dan melayang terbang menjauhi lokasi dimana ia berdiri.

“WINDY…..!!!”

Teriakkan Rey terdengar bergetar haru. Aku menoleh. Rey tersenyum. Senyuman terakhir yang aku lihat. Senyuman yang menenggelamkanku hingga aku tak mampu untuk kembali kepermukaan. Tenggelam. Selamanya.

“Kau harus kembali Win, kembali untukku. Disini, Bukit Pupa aku akan menunggumu disini. Aku yakin hari dimana Pelangi berpendar di langit senja kau pasti datang. Aku percaya itu. WINDY….!!!!”. Teriaknya

Aku harus mengakhiri semua ini.

Suasana sekitar telah berubah drastis. Langit begitu gelap dengan Hujan yang semakin deras. Sesekali berpendar kilatan-kilatan yang cukup minyalaukan. Langit bergemuruh diikuti petir yang menjilat-jilat seolah alam begitu murka. Aura hembusan angin yang tak begitu besahabat mengombang-ambing tubuhku di bawah guyuran Hujan yang makin menjadi. Aku lalu menangkupkan kedua tanganku di bawah dagu seraya memjamkan mata berusaha meredam kemarahan mereka. Aku mencoba berkonsentrasi menghadapi terpaan Hujan yang dinginnya terasa menusuk-nusuk tulang. Ku kerahkan semua kekuatanku agar bencana ini – paling tidak bisa ku kurangi kalau memang tak bisa kuhalau secara  keseluruhan.

Aku telah mengerahkan seluruh kemampuanku. Tubuhku terasa lemas tak berdaya. Ketika kelopak mataku terbuka mendadak pandangan sekitar memutih. Pudar. Samar- samar aku melihat seseorang berdiri di kejauhan dan tersenyum ke arahku.

“Senyum itu…, Rey kau kah itu?”Ya hanya itu yang aku ingat.

***

Upil…Senandung Mengorek Lubang Hidung


Ngupil,kebiasaan yang sulit aku tinggalkan bahkan sampai saat ini. Entah mengapa bila ada waktu senggang tanpa kegiatan, jari telunjukku bakal langsung bereaksi mengorek-ngorek lubang hidungku. Aku pernah mencoba untuk menghentikan kebiasaan ini tapi toh hasilnya nihil.

Menurut penuturan ibuku, aku memang telah memiliki kebiasaan ini sejak kecil. Sampai aku di bawa ke dukun untuk di BUBUS agar kebiasaan ini hilang. BUBUS adalah istilah yang di pakai para dukun untuk menyembuhkan beberapa penyakit atau kebiasaan seperti ngupil,ngamuk,cengeng,dan sebagainya.

Pengobatannya dilakukan dengan menggunakan tepung beras yang telah di jampi-jampi (mungkin) yang kemudian dilarutkan dan diminumkan kepada si penderita. Kemudian ampas dari tepung beras tersebut di letakkan dikepala anak yang sedang diobati tersebut (nggak tahu kenapa). Anak yang sedang di BUBUS biasanya akan mendapat ejekan “anak dengan tahi burung dikepalanya” karena ampas dari tepung beras tersebut memang terlihat mirip dengan kotoran burung.

Benar atau tidaknya ritual BUBUS tersebut kita kembalikan pada pribadi masing-masing. Karena hal itu merupakan kepercayaan yang telah turun temurun dari nenek moyang. Walaupun ketika itu aku di BUBUS habis-habisan toh aku tidak bisa menghilangkan kebiasaan tersebut. Intinya kita berpacu kepada apa yang di firmankan oleh ALLAH: “ALLAH tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu mengubah keadaanya sendiri “.
Sooo..aku mau ngupil dulu ah… lalalala….

HEMPINA, BEBELAWATI, ANDROIDNINGSIH : The True Partner


Di jaman sekarang peranan HANDPHONE/HAPE/HP/HEMPON atau dalam konteks ini gue menyebutnya HEMPINA (wew..lebay bgtz). Nnggak bisa dipungkiri dalam beberapa kurun waktu aja perkembangan HEMPINA pesat banggets. Gue masih inget banget waktu gue masi SMA kelas 1 sedang tren HEMPINA NOKIA 3315 dan 3310 sekitaran tahun 2003. Padahal itu HEMPINA cuma bisa tuit tuit bunyinya tapi keren banget kala itu ampe melotot liatin temen yang punya. Sampe nggak nyadar iler ampe netes (ngarep mode on).

Pas gue lulus SMA gue kerja terus dapet beli HEMPINA MOTOROLA type C261 sehrga 700-an. Udah nggak tuit-tuit sich bunyinya tapi tenonenong. Mana pake kamera walau standar . Dari situlah gue belajar make HEMPINA untuk pertama kalinya. Dari situ juga gue kenal yang namanya GPRS yang bisa dipake internetan geto. Bahkan sampe sekarang gue nggak bisa pisah dari HEMPINA gue. Dia selalu nemenin gue dimana aja dan kapan ajah. Mau makan,jalan-jalan,mandi bahkan lagi be’ol gue bawa tu HEMPINA. Apalagi pas udah ada facebook,beud…gak gu lepas-lepas ini HEMPINA.
HEMPINA emang sobat yang paling setia. *wink*
HEMPINA is the true partner…!!! *cheers*

Tapi sekarang udah muncul saingan HEMPINA!!! ini Gadget bikin gue melirik dan pindah kelain hati. Dia ini BEBELAWATI sama ANDROIDNINGSIH. Dua gadget ini lagi tren banget saat ini sampai-sampai NOKIARIA dibikin kalang kabut dan hampir bangkrut. Ada juga IPHONIAH yang harganya selangit!!!

Ya udah sih ya intinya jaman sekarang itu gue nggak bisa lepas dari Gadget-Gadget diatas.

Dan malah sekarang pengen punya NETTY atau LAPPY….T____T ya one day ….*menatap rembulan*

SEKOLAH BERTINGKAT : The Dream Never Come True


Gue pengen banget sekolah di sekolah yang bertingkat. Tapi sayang itu sekarang cuma sekedar mimpi yang nggak bakal pernah jadi kenyataan. Gue dah lulus SMA dan nggak kuliah jadi gue nggak bakal dapetin bangunan bertingkat untuk sekolah (emang mau ngulang ke SD??? ).

Gue terlalu banyak nonton tipi. Gue terinspirasi gara-gara liatin acara tipi yang anak-anaknya pada sekolah di gedung yang bertingkat. Jadi dah gue ngarep bsa sekolah di sekolah bertingkat.

Pas SD gue ngarep banget tapi emang nggak mungkin coz sekolah di kampung gue itu-itu mulu dari jaman nenek moyang,ibu bapak,om tante beserta paman bibi pada sekolah di sana yaudah gue maklumi ( tapi si ibu nggak pernah ngerasain sekolah deh ) .
Pas SMP gue juga berharap banget. Coz SMP-an ada yang bertingkat. Tapi sayang jauh banget. Boro-boro daftar disana ongkos kesekolah ajah ketar-ketir.
Dan terakhir pas SMA. Jauh?  nggak apa-apa sich nah yang jadi kendala tuh masuk di sekolah tu sulit banget coz make standar nilai. Mana nilai pas-pasan.
Pasrah deh nggak dapet sekolah di gedung bertingkat dan mesti nerima kenyataan kalo gue nggak bisa kuliah gara-gara nggak ada biaya.
Tapi gue bersyukur aja sebab udah bisa bersekolah sampai SMA. Gue berpikir diluaran sana aja masi banyak anak-anak yang putus bahkan nggak bersekolah meskipun gue mesti nerima kenyataan kalau gue nggak bakal bisa bersekolah di gedung bertingkat…hikssss..T_T gpp..

Ohh..sekolah bertingkattt.. *menatap rembulan*

Ballet : The Dangerous Dance


Malam dingin kala itu bertiup angin sepoi yang membuat bulu kuduk berdiri. Langit terlihat hitam pekat tanpa secercah cahaya.beberapa pohon di rumah tetangga sebelah bergoyang asyik tanpa henti karena belaian angin. Sepertinya akan turun hujan malam ini pikirku.
“pet..!!!”
“oh ..sial mati lampu”
Suasana kamarku makin gelap. Angin sepoi yang serasa menusuk tulang terus berhembus melalui jendela kamarku yang kemudian aku tutup dengan susah payah karena untuk melakukannya aku harus meraba-raba.
“jduk..!!!”
“aw..!!!”ibu jari kakiku terantuk sesuatu.
”korek api dimana sich?”
Sambil terus meraba-raba tembok mencari jalan keluar tiba-tiba telingaku menangkap alunan suara musik,musik klasik. Seperti ada yang memainkan piano,merdu sekali
“teno ..neno..nenong..genjreng..”seperti itulah aku menggambarkan suaranya. Aku menemukan gagang pintu dan segera keluar kamar dengan tangan yang terus meraba-raba.aku seolah menjadi buta. Pandanganku blank.
Suara musik itu terdengar makin jelas,makin dekat,dan makin nyata.
Aku melihat sebuah pintu terbuka yang didalamnya terdapat pancaran cahaya super terang.
“pasti musik itu datang dari sana”gumamku.
Aku tak perlu lagi meraba karena pandangan bola mataku sudah agak jelas.
Ketika aku hampir sampai,seketika pintu tersebut nenutup dengan keras.
”BRAAKKK…!!!”
Jantungku berdebar asli kencang.bulu kudukku mulai berdiri. Aku tidak bisa memastikan posisiku dimana karena keadaan rumahku yang gelap gulita. Memang benar suara itu berasal dari kamar yang pintunya baru saja tertutup tersebut. Aku memberanikan diri membuka pintu kamar itu meski perasaanku was-was. Anehnya lampu kamar tersebut tetap menyala padahal mati lampu. Dan…
“cklek..”
”wow tidak terkonci”kataku
dengan percaya dirinya aku mendorong pintu tersebut sekuat tenaga.
”BRAKKK!!!”
Ternyata….
”TUWEWEWEWEEENG…!!!”
Nenekku sedang asyik menari balet di iringi oleh sebuah tape yang memutar musik klasik.
”nenek..?!”
”eh..cu..”bibirnya yang melar memamerkan senyum indah tanpa gigi.
Nenekku rupanya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan PUTRI BALLET LANSIA. Ia mengikuti ajang tersebut untuk mendapatkan sebuah gigi palsu. Malam itu sebenarnya tidak mati lampu tapi di matikan olehnya.
Tapi sepertinya suara yang aku dengar pertama kali adalah suara yang berbeda dengan yang aku dengar dikamar nenek.lalu suara itu dimana…???