Ballet : The Dangerous Dance


Malam dingin kala itu bertiup angin sepoi yang membuat bulu kuduk berdiri. Langit terlihat hitam pekat tanpa secercah cahaya.beberapa pohon di rumah tetangga sebelah bergoyang asyik tanpa henti karena belaian angin. Sepertinya akan turun hujan malam ini pikirku.
“pet..!!!”
“oh ..sial mati lampu”
Suasana kamarku makin gelap. Angin sepoi yang serasa menusuk tulang terus berhembus melalui jendela kamarku yang kemudian aku tutup dengan susah payah karena untuk melakukannya aku harus meraba-raba.
“jduk..!!!”
“aw..!!!”ibu jari kakiku terantuk sesuatu.
”korek api dimana sich?”
Sambil terus meraba-raba tembok mencari jalan keluar tiba-tiba telingaku menangkap alunan suara musik,musik klasik. Seperti ada yang memainkan piano,merdu sekali
“teno ..neno..nenong..genjreng..”seperti itulah aku menggambarkan suaranya. Aku menemukan gagang pintu dan segera keluar kamar dengan tangan yang terus meraba-raba.aku seolah menjadi buta. Pandanganku blank.
Suara musik itu terdengar makin jelas,makin dekat,dan makin nyata.
Aku melihat sebuah pintu terbuka yang didalamnya terdapat pancaran cahaya super terang.
“pasti musik itu datang dari sana”gumamku.
Aku tak perlu lagi meraba karena pandangan bola mataku sudah agak jelas.
Ketika aku hampir sampai,seketika pintu tersebut nenutup dengan keras.
”BRAAKKK…!!!”
Jantungku berdebar asli kencang.bulu kudukku mulai berdiri. Aku tidak bisa memastikan posisiku dimana karena keadaan rumahku yang gelap gulita. Memang benar suara itu berasal dari kamar yang pintunya baru saja tertutup tersebut. Aku memberanikan diri membuka pintu kamar itu meski perasaanku was-was. Anehnya lampu kamar tersebut tetap menyala padahal mati lampu. Dan…
“cklek..”
”wow tidak terkonci”kataku
dengan percaya dirinya aku mendorong pintu tersebut sekuat tenaga.
”BRAKKK!!!”
Ternyata….
”TUWEWEWEWEEENG…!!!”
Nenekku sedang asyik menari balet di iringi oleh sebuah tape yang memutar musik klasik.
”nenek..?!”
”eh..cu..”bibirnya yang melar memamerkan senyum indah tanpa gigi.
Nenekku rupanya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan PUTRI BALLET LANSIA. Ia mengikuti ajang tersebut untuk mendapatkan sebuah gigi palsu. Malam itu sebenarnya tidak mati lampu tapi di matikan olehnya.
Tapi sepertinya suara yang aku dengar pertama kali adalah suara yang berbeda dengan yang aku dengar dikamar nenek.lalu suara itu dimana…???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: