Don’t Disappear Me…


Ternyata Peri itu memang ada!!! Kegalauan gue malam itu tiba-tiba saja terusik dengan munculnya sesosok wanita dengan tanduk merah dan bersayap kelelawar lengkap dengan ekor runcing. Kulitnya agak merah dan memiliki taring. Di kepalanya tumbuh rambut lurus hitam legam nan panjang dengan poni menghiasi jidatnya. Dia terlihat sangat cantik dan err.. SEXY!!! Tubuhnya tak dilapisi sehelai benangpun. Dadanya yang sangat menonjol hanya di tutupi oleh untaian rambut lebatnya. Dia mengaku bernama Red Lady.

“Jadi selama ini kamu pikir Peri itu hanya khayalan?” Tanya Red Lady dengan sorotan mata yang tajam ke arah gue.

“Kamu ini sungguhan seorang peri? Aku pikir kamu lebih mirip..err..Setan”

“Kamu salah anak muda..” Red Lady berjalan ke arah gue dan menggaris pipi gue dengan kukunya yang panjang berwarna merah agak kehitaman “wujud Peri sesungguhnya adalah seperti aku ini”

Mata Red Lady menyala-nyala seraya memamerkan senyumnya yang memperlihatkan kedua taringnya

“So, bagaimana dengan permintaan yang kau sebutkan tadi? I can grant your wish”

“Wow, kau bahkan bisa berbahasa Inggris”

“Abaikan!!!” Bentaknya membuat gue sedikit mundur dari hadapannya

“Kamu serius?”

“Aku tak pernah main-main” Red Lady melipat kedua tangannya bertepatan ketika sayap kelelawarnya mengembang yang membuatnya melayang-layang rendah di hadapan gue. “Hidup memang tidak pernah adil. Kadang apa yang kita dapatkan tidak sesuai seperti apa yang kita harapkan dan untuk itulah aku datang kesini, Grant-your-wish..” Ucap Red Lady setengah berbisik

“Tapi..bagaimana caranya?”

“Cukup dengan memberikan jiwamu, maka masalah-masalah yang kamu hadapi akan lenyap seketika. Kamu akan dibawa ke sebuah dunia baru dimana tak ada orang yang mengenalmu seperti yang kamu harapkan. Tempatnya agak gelap, dingin dan sempit. Tapi tak apalah itu hanya tempat singgah sementara sampai “hari itu” tiba”

“Benarkah?”

“Benar, ulurkan tanganmu anak muda”

Gue mengulurkan tangan kiri gue ke arah Red Lady yang langsung disambut olehnya. Dari ujung tangannya gue melihat sebuah benda berwarna metalik dan tipis muncul secara tiba-tiba.

“Mungkin rasanya agak sedikit menyakitkan setelah aku menggoreskannya di  pergelangan tanganmu ini tapi setelah itu kamu akan mendapatkan sesuatu yang melebihi apapun bahkan melebihi harga dari sebuah rasa sakit”

Entah kenapa gue merasakan tak ada beban sedikitpun di kepala gue saat itu. Gue bahkan mengikuti kata-kata Red Lady tanpa penolakan.

“PING!!!” Blackberry gue berbunyi membuatku tersentak kaget dan sontak menarik tangan gue dari tangan Red Lady. Gue melihat di Blackberry gue, seorang teman mengirim sebuah pesan seperti ini :

“Hei, gue udah siap bikinin lo cover Novel nih! Lo mau konsepnya seperti apa”

Gue terdiam. Gue hendak membalas pesannya tapi seseorang lagi mengirimkan pesan di Blackberry gue :

“Hei, gimana perkembangan novel lo? Inget loh ya deadline-nya”

Belum sempat gue bales juga, notifikasi dari Whatsapp pun berdering :

“Hei 2NE1 denger-denger akan ke Indonesia, oh ya jangan lupa ya nanti ada kursus Hangeul loh gue tunggu bareng abang Yesung :P”

Dari Twitter-pun secara tiba-tiba begitu banyak mention yang menimbulkan bunyi beruntun :

“Kapan sih serial D’Jilbabs lanjut lagi? Aku udah nggak sabar gimana nasib kembaran aku si Chindiwati :D”

“Aaa!! Gue dapet poto bareng Mark!! I can’t believe this!”

“Heh, lo jangan coba-coba ngerebut abang Oliver Wood dari gue!!! #trims”

“Hari ini gue libur 3 hari. Bisa tidur sampai puas bareng neng Hermione”

“Bentar lagi Gaga konser di Indonesia!! Pake kostum apa ya?”

Satu lagi…

“Ohayou Mie Chan :*”

Gue tertegun cukup lama. Akankah gue mampu untuk meninggalkan mereka? Teman-teman…

“Apa yang kau tunggu huh? Lupakan saja mereka, setelah ini kamu akan mendapatkan lebih dari itu..”

“Tapi…”

“Kita sudah tak punya waktu lagi anak muda”

Blackberry itu berdering kembali. Sebuah panggilan masuk. Dari seseorang…

 

IBU!!!!

 

Ya ibu! Sanggupkah gue meninggalkan perempuan yang satu ini? Perempuan yang selalu ada buat gue dalam keadaan apapun. Perempuan yang telah berjuang mati-matian menghidupi gue sampai saat ini. Ini terlalu berat! Sangat berat! Gue tidak akan sanggup meninggalkannya

“Kau terlalu banyak buang waktu! Pemuda bodoh”

Red lady menarik paksa pergelangan tangan gue dan berusaha menggoreskan benda metalik tipis dan tajam itu.

“Lepaskan aku wanita setan! Aku khirnya mengerti, kau bukan seorang peri tapi seorang setan! Kau mencoba menjerumuskan aku ke duniamu”

“MUAHAHAHA!!! Akhirnya kau sadar, tapi sayang kau sudah terlambat”

“Tidaaaaaaaaaak!!! Don’t disappear me!!!

Sekali lagi Blackberry gue berdering. Sebuah mention dari Twitter :

“Cyin kapanwati kita mangkalika di Timeline”

 

 

END

Iklan

2 Komentar

  1. aztee said,

    01/04/2012 pada 8:21 PM

    aaaaa… Raka! lu sukses bgt bikin gw khawatir tau d postingan sblmnya -_________________- gw kira lu mau brbuat nekat -,- awas aja ya! #trims eh ada Mark d sebut dstuh (/_\) wkwkkwk…

    • RIADUNEZIOUS said,

      06/04/2012 pada 8:31 AM

      hahahaha….hampir saja sih but like i said before..you’re all that i need to survive…T_T


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: