Samouzier In Wonderland


WONDER 1

“Life is never flat” kata iklan keripik kentang yang dibintangi penyanyi favoritku. Terdengar asyik dan menantang memang tapi tak begitu juga dengan hidupku. Justru hidup yang aku jalani benar-benar flat. Sama Flat-nya dengan Televisi layar datar milik tetangga sebelah yang sering aku tonton tiap hari

Bangun tidur di pagi hari. Berangkat bekerja dan melakukan aktivitas lainnya yang hampir sama, hari demi hari, lalu pulang dan tertidur lalu terbangun kembali dan melakukan kegiatan itu, berulang-ulang. Benar-benar membosankan.

Aku bukannya merasa bosan untuk hidup. Hanya saja melakukan hal yang sama setiap harinya tanpa ada suatu hal yang berbeda membuatku jenuh. Aku mengalami hari yang biasa saja. Tak ada sesuatu yang membuatku berdebar.

Yang paling berkesaan justru kesialan. Seperti, ketika aku makan di sebuah Rumah Makan Padang yang menghabiskan jatah  makan siangku untuk 5 hari. Perhari aku biasanya membutuhkan lima ribu rupiah untuk makan siang. Tapi kali ini aku sampai menghabiskan lima kali lipat dari jatah biasanya, bahkan lebih. Belum lagi ketika aku membeli sekotak obat puyer sakit kepala di sebuah Apotek yang ternyata di dalamnya berisi “obat kuat penambah stamina khusus pria dewasa” membuat sakit kepalaku makin cenat-cenut malam harinya.

Parahnya lagi, SPG di Apotek itu berteriak dengan kerasnya diikuti tatapan beberapa konsumen ke arahku  ketika aku berdiri di stand alat kontrasepsi. Seorang kasir berjilbab Ungu berbisik dari kejauhan dengan kode-kode khusus kearahnya. Bisa aku artikan kode-kode dari kasir berjilbab Ungu tersebut adalah agar SPG itu mengawasiku dan mulai melancarkan serangan promosi kepadaku. SPG itu dengan centil dan sedikit berbisik menawarkan berbagai macam produk alat kontrasepsi. Yang menurutnya berkomposisi dari bahan-bahan herbal lebih oke. Benar atau tidaknya aku tak terlalu memedulikannya. Aku hanya mengangguk dan menggeleng dengan ekspresi datar. Kedua bola mataku melirik ke kiri dan ke kanan dengan cepat untuk memastikan tak ada orang yang sedang memperhatikan kami. SPG itu sukses membuatku berdebar tapi sangat memalukan.

Benar-benar sial!

Aku cuma menginginkan sesuatu yang berbeda dalam hidupku.

Misalnya ketika aku sedang asyik berjalan kaki, seorang yang misterius memakai jubah dan kerudung hitam tiba-tiba saja menghampiri dan mengatakan kalau nasib dunia ada di tanganku. Waw, benar-benar hebat. Dengan begitu aku akan mengalami petualangan yang menegangkan sekaligus mendebarkan.

Tapi aku pikir itu terlalu berlebihan.

Sepertinya aku harus mengurangi kebiasaanku menghayalkan hal-hal aneh.

Atau paling tidak aku tiba-tiba mendapat sekarung uang dari orang tak dikenal. Aku bakal jadi orang kaya dan tak perlu bersusah payah untuk bekerja lagi.

Kemudian ada Ayam, Kucing, Ular atau Kodok yang lolos dari Laboratorium rahasia. Yang tanpa ku ketahui ternyata hewan-hewan tersebut adalah hasil rekayasa genetika. Dan begitu aku digigitnya, aku memiliki kekuatan super yang dahsyat. Badanku yang kurus tiba-tiba berotot dan sangat kuat. Kemudian aku menyelamatkan seorang gadis cantik yang berada dalam bahaya. Berkenalan-Berpacaran-Menyembunyikan Identitas- dan Aku tahu ini juga tak kalah berlebihan. Monoton. Basi. Semuanya akan menjurus ke satu hal : Flat!

“Sam, Sadarlah” gumamku seraya menjambak pelan rambutku dengan tangan Kiri.

DUK!!

Kakiku terantuk sesuatu. Aku terantuk sebuah kayu panjang dan lurus milik seorang kakek pengemis di tepi jalan.

“Maaf kek, saya  tidak sengaja” kataku meminta maaf lalu hendak meninggalkan lelaki tua bertopi hitam dan bertambal.

“Tunggu” Cegah kakek itu

“Kamu sedang mencari sesuatu ya?”

“Tidak kek, aku tak kehilangan apa-apa”

Lelaki tua itu bangkit dari duduknya sekuat tenaga menggunakan tongkatnya sebagai penopang. Ia tersenyum, memamerkan gigi hitamnya yang hanya tinggal beberapa buah saja. Kulitnya tampak gosong dan keriput. Ia hanya mengenakan kaus dan sarung yang telah lusuh. Telapak kakinya yang kisut tak beralaskan apapun.  Kumis dan janggut berubannya tampak tak terawat.

“Aku yakin kamu mencari sesuatu, raut wajahmu  terlihat begitu”

“Kakek sebenarnya siapa?”

“Biasanya kakek dipanggil Genie, Kakek Genie. Tapi ini bukan nama asli. Ini adalah nama samaran. Asal tahu saja bila kau bertemu orang yang tak kau kenal, kau sebaiknya memakai nama samaran…” Ia terkekeh pelan sambil berbisik, “konon Jiwa bisa terambil hanya dengan menyebutkan nama atau tanggal lahir yang asli”

Aku menelan ludah dan sedikit terperanjat .”Err…aku tau itu…aku pernah membacanya di komik. Yang mengatakan itu seorang penyihir waw…wanita kan? Kataku terbata-bata berusaha menenangkan diri.

“Oh, wanita itu ya. Dia penyihir yang hebat aku rasa. Tapi kakek bukan seorang penyihir seperti dia. Kakek hanya seorang pengemis yang suka iseng mendengarkan “Jeritan” orang”

Ia terkekeh panjang sekali.Pandangan kedua bola matanya tak beralih kemanapun. Ia terus menatapku sambil terkekeh pelan. Kakek Genie kemudian merapikan sarungnya yang kotor dan lusuh dan kembali bersila.begitupun  Baju kaos putih  yang sedikit robek di pundak sebelah kanan  telah berubah kecokelatan. Dengan pelan ia menyenderkan Tongkat panjang yang merupakan kaki ketiganya tepat di samping kanan ia bersila.

“Namamu siapa?”

“Sam..Samouzier”

“Tanggal lahir?”

“30 Oktober”

“Khukhukhu…kau bahkan menyebut nama dan tanggal lahirmu yang sebenarnya dan itu mempermudah segalanya”

Aw! Damn!!! Saking gugupnya, aku menyebutkan identitasku yang sebenarnya. Aku begitu ceroboh. Aku adalah manusia paling bodoh dan ceroboh sedunia.

“Si..siapa bilang itu nama asli. Itu..itu identitas palsu” aku berusaha menenangkan diri tapi kata-kata yang aku keluarkan masih saja terbata-bata

“Orang yang tahu akibat dari berbohong tidak akan pernah berbohong. Karena berbohong akan mendatangkan “sesuatu” ”

Lelaki tua ini semakin membuatku ngeri. Aku mendadak menjadi sangat ketakutan. Tubuhku merinding. Tanpa sadar aku melangkah mundur beberapa langkah dari hadapannya dan  memperhatikan Sekelilingku tak ada orang selain aku dan lelaki tua yang mengaku bernama Genie itu.

“Kamu sendiri yang memintanya. Sebentar lagi, hidupmu tidak akan flat lagi seperti Televisi milik tetangga sebelahmu. Kamu akan menghadapi berbagai macam petualangan yang akan membuatmu…berdebar mungkin..hehehe..”

“Tapi..ini..”

“Kita telah melakukan perjanjian, nama dan tanggal lahir yang sebenarnya, itu adalah syarat utama dalam petualangan yang sebentar lagi akan dimulai”

Kakek Genie tertunduk. Wajahnya tertutup topi hitam dan rombeng yang memiliki beberapa tambalan di atasnya. Tangan kanannya meraih tongkat panjang yang berada persis di sampingnya. Kayu panjang itu terarah tepat di depan mukaku. Ujungnya hampir mengenai hidungku yang gepeng. Hening sesaat, cahaya keperakan yang sangat menyilaukan berpendar dari ujung tongkak Kakek Genie. Dan yang aku ingat, aku hanya berteriak dan mendadak semua penglihatanku menjadi gelap.

“Kau tak perlu mengalami hal  ajaib dan spektakuler untuk menikmati sebuah petualangan, karena hidup yang kau jalani setiap harinya juga merupakan petualangan itu sendiri..”

“..and life is never flat!”

Iklan

2 Komentar

  1. 21/07/2012 pada 7:34 PM

    Bagian di apotek paling seru deh keknya hahahahaha. Aaa penasaaraaaaan sama Genie hahaha Aduuuun lanjutkan petualanganmu! 😀

    • RIADUNEZIOUS said,

      21/07/2012 pada 7:41 PM

      Ya terimakasih kunjungannya Mut, *hugs* aku hampir saja mengira kau Eve. soalnya nama tampilanmu mengarah kesana haahahah…XD


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: