Wati:Pelatih Senam


CHAPTER 1

Pagi yang mendung. Semendung wajah seorang gadis SMA bernama Wati. Rambutnya panjang dan hitam. Di depan keningnya berjejer poni yang ia sebut sebagai poni Maria Mercedes. Sedikit terinspirasi dari Telenovela semasa kecilnya. Tubuhnya tinggi dan lumayan proporsional. Wati adalah gadis yang modis dan feminin. Penampilan adalah nomer satu baginya. Salah satu ciri khasnya adalah selalu membawa tas punggung mini kuning berbentuk buah Jeruk. Dia kelas 2 SMA. Ia kini sedang duduk di sebuah ruangan sepi dengan cermin full di salah satu dindingnya. Sepertinya ia berada di sebuah Gym. Bola matanya yang hitam melirik pintu masuk yang terbuka lebar. Terpancar aura kejengkelan di wajahnya yang bulat. Beberapa kali ia mengibas-ngibaskan rambut panjangnya yang hitam sambil melirik ke dinding yang penuh cermin dan merapikan poni Maria Mercedes-nya. Ketika beberapa anak sebaya Wati–laki-laki dan perempuan–masuk ke dalam ruangan tersebut. Wati berdiri dengan kedua tangan disilangakan di depan dadanya.

“Dari mana kalian?” Tanya Wati dengan ketus. Bibirnya berubah segaris. Tatapan sinis menyapu wajah mereka satu persatu.

“Kita baru dateng” jawab salah seorang gadis berambut bob yang tubuhnya agak gemuk.

Wati mengibaskan rambutnya yang panjang sambil merapikan poni Maria Mercedes-nya.

“Apa? Baru dateng? Jam segini baru dateng? Coba kalian pikir kalau dalam lomba senam kali ini team dari SMA kita kalah, siapa coba yang bakal disalahin? Siapa coba? Gue! Gue yang memiliki tubuh proporsional dengan kecantikan luar dalam penuh pesona yang mampu memikat para lelaki di luar sana”

“Kok bisa? Bukannya yang jadi pelatih..”

“Eits, lo salah, Banci Kaleng..” Wati menjulurkan telunjuknya seraya mengoyang-goyangkannya di depan wajah pemuda kurus berambut Pink.”Coba tolong dicatat. Yang jadi pelatih kalian adalah gue, Wati. The fabulous girl in town 2012″

Beberapa anak berbisik-bisik dengan teman sebelahnya.

“Sebaiknya kita lebih cepat memulai latihannya, ayo”. Saran Wati sambil menepuk-nepuk tangannya.

“Tapi kok lo ga pake baju senam sih?” Tanya gadis kurus bermuka runcing dan berbibir monyong.

“Gini ya teman-teman, tugas gue itu sebagai pelatih senam ya nggak perlu lah gue ikutan pakai pakaian senam. Cukup pakai seragam putih abu saja toh yang akan ikutan lomba kan kalian bukan gue. Oke? Sebaiknya kalian rapikan barisan aja”

Tanpa instruksi lagi beberapa anak itu menuruti perintah terakhir Wati. Mereka berbaris rapi menghadap dinding bercermin. Wati melangkah ke depan mereka dengan anggun bak di atas catwalk.

“Oke teman-teman, sebelum memulai senam pasti dong ya kita butuh musik buat mengiringi senam kita supaya lebih semarak. Ada yang tahu musik yang biasa dipakai senam?”

“SKJ” Jawab gadis bertubuh paling gemuk. Perutnya terlihat bergelambir.

“Salah, Paus bunting. SKJ itu jaman 90-an dan berhubung sekarang lagi jamannya K-Pop jadi gue putusin buat pake musik K-Pop! Yeeei!!”

Hening. Saling pandang satu sama lain.

“Untuk menjuarai lomba senam tahun ini memang agak berat teman-teman. Selain kita harus menumbangkan juara bertahan, beberapa peserta baru juga bermuculan. Jadi kita harus berjuang sekuat tenaga sampai tetes darah penghabisan. Jadi gue udah nyiapin gerakan legendaris yang gue yakin bakal bikin kita juara”.

Wati menjelaskannya panjang lebar dengan semangat yang berapi-api.

“Coba..lo..” Wati menunjuk salah seorang pemuda di barisan kedua tepat di belakang gadis berbibir monyong.” ya. Lo yang cowok rambut Pink sini maju praktekin gerakan yang gue teorikan”

Pemuda berambut pink itu maju ke depan dengan lemah.

“Haduh ini kenapa milih cowok lemes gini sih buat ikutan lomba. Nama lo siapa?”

“Pinkzie”

Wati menangkupkan kedua telapak tangan di kedua pipinya yang merona. Melongo dengan mulut berbentuk huruf O. “Oh My God! Nama lo unyu banget, berikutnya gue ambil nama ini karena gue enggak mau ada yang lebih imut dari gue”

Wati merapikan poni Maria Mercedes-nya. Melirik sinis ke arah Pinkzie. Kedua tangannya kembali terlipat di depan dadanya.

“Lo masih inget gerakan yang gue teoriin barusan huh?”

“Masih, muter-muter-lompat-gulung-gulung-lompat-kayang kan?”

“Bagus, sekarang praktekin”

Pinkzie melakukan gerakan itu dengan senang hati. Gerakan memutarnya nyaris sempurna. Lompatannya pun demikian meski bagian gulung-gulung-lompat-nya terdapat kesalah sedikit. Tapi di bagian kayangnya…

KREKK!!!

Terdengar seperti ada yang patah. Ya dan memang ada yang patah. Tim Dokter sekolah mereka dengan sigap menaikan tubuh Pinkzie yang terlipat rapi. Wajah Pinkzie tampak bahagia dan puas. Dia tersenyum.

“Wajahnya menyiratkan kedamaian, Hiks” Wati berurai air mata.

Berikutnya. Gadis berwajah runcing dan bergigi monyong, Bimolee melakukan gerakan yang juga nyaris sempurna. Bimolee sangat pandai di gerakan melompat. Tapi sayang ketika ia melakukan lompatan terakhir, ia gagal untuk kembali. Giginya tersangkut di atap ruanga. Tim Dokter sekolahpun menandunya.

“Bahkan perjuangan terakhirnya yang menyakitkan ia tersenyum bahagia memamerkan giginya, so sweet, hiks” Wati kembali berurai air mata.

Berikutnya gadis bertubuh subur, Blutut juga mumulai aksinya memamerkan gerakan yang di teorikan oleh Wati. Seperti Pinkzie dan Bimolee, Blutut pun nyaris sempurna hanya saja ketika gerakan melompatnya membuat tempat latihan rubuh. Ia pun ditandu oleh tim Dokter sekolah.

“Benar-benar perjuangan yang hebat kalian” Wati menangis sejadi-jadinya.

Handphone Wati berdering di dalam tas punggung mini Jeruk miliknya. Ia meraih dan mengeceknya.

“Oke teman-teman latihan hari ini di cukupkan sampai disini saja karena gue ada keperluan mendadak. Ini benar-benar latihan terkeren yang pernah gue alamin seumur hidup. Serius. Sumpah. Gue nggak bakal lupain perjuangan teman-teman kita barusan yang telah berkorban dan berlatih keras demi lomba ini. Gue terharu. Gue berurai air mata. Dan gue yakin kita bakal menang di lomba kali ini. Gue…nggak bisa ngomong apa lagi..gue ..permisi”

Wati berlari-lari kecil sambil mengusap air matanya yang bercucuran meninggalkan teman-temannya yang telah terbaring kelelahan. Tempat latihan porak poranda. Hancur.

Sesosok lelaki botak tiba-tiba muncul.

“Selamat siang anak-anak. Saya adalah pelatih senam kalian dan mari kita mulai”

“AAAAAAAA!!!!”

Iklan

3 Komentar

  1. Asti said,

    06/08/2012 pada 1:16 PM

    Wkwkwkw..yg terakhir kocak :))

    • RIADUNEZIOUS said,

      07/08/2012 pada 3:49 PM

      Makasih loh ya buug, paling rajin komen deh wkwkwk thx yoooo…

      • Asti said,

        11/08/2012 pada 6:44 PM

        Oh ya? Kasih award dongs… :3


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: