Wati:The Profesor


CHAPTER 2

Laboratorium itu gelap. Tak ada secercah cahaya lampu sedikitpun. banyak terlihat botol-botol dan gelas reaksi mengeluarkan asap yang mengeluarkan bunyi BLUP BLUP BLUP beserta peralatan lainnya. Dibeberapa sudut ruangan terdapat patung anatomi manusia yang sudah terlihat usang dan berdebu. Sarang laba-laba menyelimuti beberapa benda di sekitarnya. Diluar langit mendung namun belum ada setetes gerimis pun berjatuhan. Udara sekitar mendingin. Hanya kilatan-kilatan cahaya dari langit sesekali berpendar dan menampilkan siluet 2 sosok misterius dlm kegelapan ruangan.

Sosok pertama terlihat pendek dengan rambut panjang bergelombang tanpa poni. Tubuhnya sedikit gemuk. Ia tampak mengenakan kacamata tebal bergagang hitam dan sesekali terlihat mengkilap diterpa kilatan-kilatan di langit. Sosok kedua, memiliki postur tubuh tinggi yang proporsional. Rambutnya panjang dan berponi. Ia juga tampak mengenakan kacamata tebal bergagang hitam.

Dalam keheningan ruangan itu, terdengar suara percakapan lirih antara mereka berdua.

“Bagaimana Profesor Wati? Apakah semuanya sudah beres?” Tanya sosok yang bertubuh gemuk dengan nada sedikit berbisik.

“Sepertinya begitu Profesor Ningsih, Gue yakin penemuan kita kali ini bakal bikin kita kaya” kata sosok tinggi berponi yang dipanggil dengan sebutan Profesor Wati.

“Hmm..” Profesor Ningsih menjepit dagunya dengan sela ibu jari dan telunjuknya seraya bergumam dengan tatapan serius “Berhubung kita telah menjadi Profesor, bagaimana kalau kata “lo gue” tidak perlu kita pakai untuk saat ini”

“Ide bagus Profesor Ningsih” Jawab Profesor Wati sambil membenarkan posisi kacamatanya.

“Seminggu lagi kita akan jadi kaya raya dan terkenal dengan penemuan ini. Pada acara minggu depan di TV, kita akan memamerkan hasil penemuan kita ke seluruh dunia! Hahaha”

“Benar sekali. Ini adalah titik balik dalam hidup gue, eh aku. Setelah berjuang bertahun-tahun akhirnya kita bisa menyelesaikan penemuan fenomenal ini. Banyak keringat dan air mata telah kita korbankan demi ini. Aku tak habis pikir bagaimana reaksi teman-teman gue, keluarga gue, tetangga sebelah gue yang TV-nya flat dan kucing gue yang belang bisa melihat keberhasilan ini” Seru Profesor Wati sambil berlinang lalu berurai air mata.

“Gue-nya Profesor Wati, tolong dihilangkan, saya ingatkan”

Setelah melakukan uji coba penemuannya, akhirnya tibalah saat-saat yang mereka tunggu.

Mereka mempersiapkan diri dengan matang. Mereka akan mempresentasikan hasil penemuan mereka di depan banyak orang dan akan disiarkan secara langsung di 69 negara pada pukul 06.09 dengan juri sebanyak 69 orang.

Dengan senyum menawan, Profesor Wati dan Profesor Ningsih telah siap dengan pose unik mereka di depan Kamera. Mereka sama-sama mengenakan setelah jubah berwarna putih bersih.

“Action!” Teriak salah seorang di belakang kamera yang menyorot mereka.

“Selamat pagi pemirsa..” Profesor Wati memulai acara tersebut dengan merapikan poni Maria Marcedes-nya “Kali ini kami akan memamerkan hasil penelitan tergress kami selama beberapa tahun terkahir. Bukankah begitu Profesor Ningsih?”

“Benar sekali Profesor Wati, kami telah melewati berbagai macam aral rintangan menghadang. Mendaki gunung, melewati lembah dan sungai mengalir indah ke Samudera bersama teman bertualang..hei Ninja Gozaru!!”

“Kita juga telah banyak mengorbankan keringat dan air mata dan finally kita berhasil menemukan sebuah penemuan mutakhir yang akan mengubah dunia” sambung Profesor Wati.

“Apa saja itu, Prof?”

“Anda pernah datang bulan?”

“Pernah”

“Pernah pakai pembalut dong?”

“Pasti”

“Kalau makan pembalut?”

“Alhamdulillah belum pernah”

“Pastilah anda pernah mengalami pembalut bocor dan berkerut?”

Profesor Ningsih mengangguk imut sambil menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipinya yang chubby. Dia berkedip-kedip manja.

“Anda tak perlu khawatir. Kini telah ditemukan sebuah pembalut masa kini. Hasil penelitian bertahun-tahun dengan perpaduan ilmu pengetahuan maka terciptalah TRIPLEX! Pembalut pertama yang benar-benar anti kerut dan anti bocor”

Terdengar suara WOW panjang dari penontong yang menonton langsung demonstrasi tersebut.

“Untuk lebih meyakinkan, rekan saya akan menampilkan rekaman testimoni konsumen yang pertama kali mencobanya. Silakan Profesor Ningsih”

“Dan baiklah kita akan menyaksikan video testimoni berikut ini” Profesor Ningsih memencet sebuah Remote Control ke arah layar sebesar gawang sepak bola tepat di belakang Profesor Wati.

Video menampilkan gadis gemuk yang agak mirip sekali dengan Profesor Ningsih tapi berambut pirang.

“Aku anggota Cherleader, kadang nggak pede kalo lagi tembus. Apalagi pas lagi nge-cheer dan di tonton banyak orang. Biasanya aku pake pembalut merk SOF*EX tapi suka bocor dan bikin malu. Namun setelah memakai TRIPLEX bye-bye bocor dan kerut. Benar-benar anti kerut dan bocor. Saking anti kerutnya, membuatku jalan ngangkang. Terimakasih TRIPLEX”

“WOOOOOOOOOW” audiens ber-WOW panjang menyaksikan Video testimoni.

“Tapi..tapi..”Lanjut Profesor Ningsih “Bagaimana kalau ternyata bocor juga? Kan tidak ada yang sempurna di dunia ini?”

Audiens yang menonton terdengar ribut bergumam dengan teman disampingnya.

“Tenang saja. Setiap pembelian 1 set TRIPLEX akan kita berikan bonus berupa…selusin pembalut biasa”

“Wow Fantastis! Bombastis! Fenomenal” teriak Profesor Ningsih diikuti WOW panjang lagi dari penonton.

“Jadi tunggu apalagi, pesan sekarang juga di kosong delapan satu sembilan lima lima delapan puluh ribu”

“Dimana?”

“Di kosong delapan satu sembilan lima lima delapan puluh ribu”

“Dimana?”

“Di kosong delapan satu sembilan lima lima delapan puluh ribu”

Hening. Pesanan membludak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: