RR


Akhirnya aku memutuskan untuk memainkannya. Dengan perlahan dan sangat hati-hati tanganku meraih pistol itu lalu menarik pelatuknya. Dengan moncong pistol tepat diatas pelipisku, aku mulai menghitung sampai tiga. Kurasakan keringat di tubuhku mengucur deras tapi memang tak ada waktu untuk berfikir lagi karena inilah giliranku.

DORRRRRRR!!!!

Iklan

3 Komentar

  1. aztee said,

    22/10/2012 pada 4:26 PM

    eh ini apaan, rak? Kok cuma dikit? ๐Ÿ˜ฎ

    • RIADUNEZIOUS said,

      28/10/2012 pada 3:40 PM

      Misalnya ide lagi dikit gimana?

      • aztee said,

        30/10/2012 pada 5:40 AM

        Ya bukan gitu… Aneh aja gtu.. Si pembaca (dalam hal ini, gw) jadi bingung ._.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: