Try To Say I Love You


Aku memimpikannya. Gadis yang aku katakan sebagai cinta pertamaku itu. Sensasinya luar biasa. Beberapa bulan terakhir aku tak pernah bertemu. Biasanya aku bertemu tanpa sengaja ketika pulang dari tempat kerja. Dan kini ia hadir di dalam mimpiku. Ia terlihat begitu cantik di mimpiku. Faktanya ia memang selalu terlihat cantik di mataku. Haha.

Aku bertemu di sebuah sekolah. Entah itu sekolah apa dan dimana aku tak begitu mengingatnya. Kulitnya yang hitam manis, senyumnya yang khas, dan tubuhnya yang pendek tak ada yang berubah. Hanya saja model rambutnya terlihat lebih kekinian, lurus rebonding atau mungkin hanya pakai shampoo??? Entahlah.

Bahkan di dunia mimpi aku masih belum sanggup mengatakannya. Ah kenapa aku terlalu pengecut untuk sekedar mengatakan, “Hei, gue suka sama lo. Lo mau nggak jadi cewek gue?”.

Aku terlalu takut. Penolakan demi penolakan semacam menjadi mimpi buruk yang kini telah berevolusi phobia. Setiap hendak mengungkapkan rasa suka, ia mulai menghantui dan membayangi hari-hariku.

Aku tak tahu hal ini akan berlanjut sampai kapan. Yang jelas, memimpikannya menjadi sebuah anugerah. Berbicara dengannya dari jarak dekat membuat jantungkku berdebar makin kencang. Dan itu terasa luar biasa menyenangkan.

Adakah yang mau mengajariku bagaimana mengatakan, “Gue cinta sama lo”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: