The Fab Kuesioner


Pagi-pagi saya dikagetkan oleh sebuah mention dari @momo_DM yang isinya sebuah link yang menuju ke blognya. Semacam modus biar traffic blognya melonjak drastis kali ya, hahaha *Ngarang fenomenal*

Oke, ternyata link blognya itu berisi todongan 10 pertanyaan + 5 bonus pertanyaan yang konon katanya cetar banget. Yang saya butuhkan adalah duit 10M + 5 bonus paket perjalanan keliling dunia, bukan pertanyaan, masmo, woy!!!

Baiklah, saya akan berusaha menjawabnya dengan perasaan berdebar kencang pastinya. Here we go!!!

1. Nambah atau ngurangin timbunan buku?

Nambah lah, yang pasti bukan nambah di Bangket loh ya. Secara banyak buku-buku baru yang kece bermunculan hampir tiap bulan.

2. Pinjam atau beli buku?

Beli dong. Males minjem. Emang situ mau pacarnya dipinjem? *Sisiran

3. Baca buku atau nonton film?

Aduh susah banget, kayak UN yang molor itu. Tapi saya lebih ke film, soalnya nggak butuh waktu lama. Contoh, Harry Potter and The Order of The Phoenix, bukunya 1200 halaman butuh berhari-hari bacanya dan semua beres cuma dengan menonton filmnya 2 jam doang. Tapi banyak adegan ilang. Hiks….*Dilemawati

4. Beli buku online atau offline?

Maunya offline dong. Tapi harus sabar nunggu. Tapi tenang, Gramedia bentar lagi jadi loh. Online biasanya berat di ongkir.

5. Buku bajakan atau ori?

Sebenarnya maunya buku crispy, tapi ada nggak sih buku crispy? *ngunyah ka ep ce*

6. Gratisan atau diskonan?

Diskonan dong *Aura ibu-ibunya muncul ke permukaan* Soalnya gratisan itu suka makaq-makaq.

7. Beli pre-order atau menanti dengan sabar?

Maaf, sabarnya lagi ke pasar jadi terpaksa saya menanti dengan selamat. *Seruput susu anget*

8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?

Buku asing lah. Soalnya lebih besar (?) bukunya woy!!!

9. Pembatas buku penting atau biasa saja?

Penting banget. FYI, aja sih, kalau ada temen pinjem buku kemudian melipat buku saya, saya langsung BLACKLIST dari daftar peminjam!!! *melotot tajam *zoom in *zoom out *kemudian kontrak 1000 episode

10. Bookmark atau bungkus Chiki?

Bungkus Chocolatos ada? anyone?

 

Dan ini pertanyaan bonus. Bonus itu harusnya Piring Cantik atau kalau nggak Payung Unik!

1. Suka mana, sepatu sebelah kiri apa sebelah kanan? Kenapa?

Kanan. Soalnya kanan itu melambangkan hal-hal positif, hal-hal kebaikan karena saya yakin masa depan dengan hari yang cerah dan indah telah menanti kita semua *berdiri di atas karang *angin sepoi *ombak berdebur

2. Pilih mana, nyisir rambut yang abis disasak apa pake baju kesempitan sampe udel keliatan trus harus jalan-jalan ke mol? Kenapa?

Pake baju sempit dong, biar bisa pamer perut six pack saya. Secara udah rajin nge-Gym *Shirtless

3. Hermione atau Malfoy? Kenapa?

Hermione. *no doubt

4. Tukul apa Sule? Kenapa?

Tukul dong. Eaaaa…Eaaaa…Eaaaa…. soalnya kalau Sule nggak punya pulsa terus.

5. Nicki Minaj atau Mariah Carey? Kenapa?

Nicki Minaj. Why you so obsessed with me? *blower di mana-mana*

 

Kemudian masih ada 5 bonus pertanyaan yang harus saya jawab. HUWAWH, ASYIK!!! *rolling door

1. Super Junior atau Super Senior? Kenapa?

Super Junior. Ya dong, kalau Supermie ntar saya direbus dong

2. JKT48 atau Manis Manja Grup? Kenapa?

JKT48. Maaf, saya generasi 2000-an, nggak seperti anda-anda yang hidup di generasi 80-an. Terimakasih *benerin dasi

3. Menulis cerita cinta di blog atau menulis surat cinta untukku? Kenapa?

Menulis surat cinta buat Masmo aja, kasian nggak ada yang ngirimin Love Letter soalnya *Blushing elastis*

4. Go internesyenel atau go international? Kenapa?

Go internesyenel dong. Biar bulenya berasa. Syechawa shaya mao baikain elbam internesyenel but cinca wiwis-wiwis. Duim, Bilip en Mekithepen!!

5. Goyang itik atau goyang patah-patah? Kenapa?

Ada goyang remuk-remuk nggak? Mau dong.

 

Asli, jawab pertanyaan ini fun banget! Terimakasih. ^^

 

Iklan

Things Happen For A Reason


Things happen for a reason, whether it’s for better or for worse. Sometimes you just have to learn to deal with it. I know that it hurts, when you try so hard to make something work and it just doesn’t. Trust me, there is a meaning behind everything. Whether it’s the right time with the wrong person, or the wrong time with the right person, eventually things will fall into place. You’ll be happy it never worked out with the wrong ones.

Lampion Merah dan 7 Penari


Lampion Merah

Lampion Merah

Aku seolah tidak sadar dengan apa yang aku lakukan sekarang. Yang aku tahu, aku sekarang berada di tempat yang tak aku kenali sama sekali. Bagaimana bentuknya, ada apa saja di sekitarku, aku tak mampu mendeskripsikannya. Sekelilingku gelap gulita. Satu-satunya yang menjadi sumber peneranganku hanya Lampion Merah berbentuk bundar.

Aku tak tahu harus melangkah kemana. Aku berjalan tanpa tujuan. Orang itu hanya membekaliku dengan Lampion Merah ini. Katanya, Lampion Merah ini bukan sekedar Lampion biasa. Cahaya yang berpendar di dalamnya bukanlah berasal dari api, tapi dari berlian. Dia memberiku tugas untuk membawa benda ini dan menjaganya karena aku memiliki permohonan yang akan segera dikabulkan kalau aku berhasil menyelesaikan tugas ini.

Masalahnya, aku tak tahu tugasnya seperti apa. Dia hanya memerintahkanku untuk membawa Lampion Merah ini entah membawanya kemana. Begitu aku tersadar, aku hanya mendapati diriku berada di sebuah tempat gelap yang hanya diterangi oleh Lampion Merah ini.

Sebaiknya aku terus berjalan dari pada aku hanya diam tak melakukan apa pun, siapa tahu aku menemukan jalan keluar. Aku harus berhasil menyelesaikan tugas ini demi permohonanku itu. Aku tak boleh takut, karena ketakutan tak akan membawaku kemana-mana sampai aku berani melawan ketakutan itu sendiri, kataku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri dengan quote dari seorang penulis terkenal.

Berlian? Lampion Merah ini berisi berlian? Entah berlian apa ini sampai bisa memendarkan cahaya begini. Orang itu memang sedikit misterius, apalagi setelah aku tinggal bersamanya, banyak keanehan yang aku alami. Aku semakin yakin kalau orang itu tidak cuma sekedar peramal biasa, dia penyihir. Dia banyak tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia lain. Dia juga punya banyak sekali benda-benda mistis yang sangat tidak masuk akal. Salah satunya, ya Lampion Merah yang konon berisi Berlian ini. Dia juga menjelaskan padaku, Benda ini sangat disukai oleh Iblis. Mereka akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan berlian ini. Dan tugasku adalah menjaganya.

Aku akhirnya tersadar ketika mengingat penjelasan orang itu. Sejak awal aku berjalan di tempat gelap ini, ada yang mengikutiku. Begitu aku menoleh ke belakang sambil mengangkat Lampion Merah itu sebagai penerangan, aku melihat 7 sosok misterius.

“Iblis!!!”

7 sosok misterius itu mulai mengelilingiku dengan gerakan yang sangat rumit. Bukan, ini bukan gerakan biasa, mereka menari. Samar-samar aku mendengar alunan musik yang sangat indah. Entah dari mana datanganya, aku hanya terdiamn sambil menyaksikan 7 sosok misterius yang sedang menari dengan gerakan-gerakan lentur.

Mereka bernyanyi.

Matahari bersinar terang seperti berlian

Bukan berlian biasa

Tahukah kamu berlian sejatinya

Tercipta dari sinar matahari yang bersinar terang seperti berlian

Tercipta dari benda-benda yang pertama kali diterpa

Sinar matahari yang terang seperti berlian

Ketika kehidupan pertama kali diciptakan

Cahaya pertama yang menerpanya

Menjadikannya berlian

Matahari bersinar terang seperti berlian

Tiba-tiba tubuh 7 sosok misterius itu memendarkan cahaya yang menyilaukan mata. Samar-samar aku melihat salah satu dari mereka melayang mendekatiku dan mengambil Lampion Merah itu dari tanganku. Aku tak bisa melawan, tubuhku terasa kaku.

“Tunggu, jangan ambil Lampionku, aku tak bisa pulang.”

Mereka melayang menjauhiku sambil membawa Lampion Merahku.

Mereka bernyanyi lagi.

Dia memberimu apa yang kau inginkan

Padahal tak kau butuhkan

Atau

Dia memberi apa yang kau butuhkan

Padahal tak kau inginkan

Sadarlah

Dan pulanglah

Ada sejuta cinta tersebar

Mereka melayang semakin jauh sampai hanya terlihat hanya tinggal sebuah titik cahaya yang perlahan menghilang.

Gelap.

Dan aku telah gagal menyelesaikan tugas itu. Iblis telah mengambil Lampion Merahku. Orang itu pasti tidak akan mau mengabulkan permohonanku.

I’m Happy, What About You?


Gambar

Yang pastinya gue cuma mau ngucap syukur aja atas apa yang udah gue raih sampai saat ini sama ALLAH, alhamdulillah banget. Gue suka banget perasaan hati gue minggu-minggu ini, tenang, happy, smile everyday, feelin’ like no problem. Kesibukan gue yang kadang bikin gue betek, sebel dan capek udah berasa gue enjoy-in. Apalagi sekarang gue udah bikin sebuah kebiasaan yang menurut gue beda banget. Kebiasaan yang jarang atau bahkan kalau gue bilang nggak ada satu orang pun yang melakukannya di kampung gue. Kalau di kota besar mah banyak, wajar malah.

Awalnya gue cuma sekedar iseng sama Mom, pas gue berangkat kerja biasanya gue cuma cium tangan beliau terus say Asslamualaikum doang, udah gitu aja. Suatu hari gue becandain Mom, abis cium tangan gue meluk beliau eh taunya jadi keterusan. Setiap pas mau berangkat kemana aja pasti berasa ada yang kurang kalau belum meluk Mom. Hahahaha. Kadang gue berasa aneh kalau sampai ada tetangga sebelah yang ngeliatin terus pada ngatain gue childish. Tapi bodo amat, Mom ya Mom gue, mau gue peluk cium juga kenapa pada sewot. Situ kalau mau peluk aja Mom sendiri sono, week.

Kembali lagi masalah kebiasaan sih. Namanya tinggal di kampung dan memang ada beberapa hal extraordinary di luar kebiasaan di kampung yang gue lakuin. Selama nggak ngerugiin siapa pun, gue mah cuek bebek aja. Terbukti, percaya atau nggak, paling nggak gue udah bikin diri gue sendiri jadi makin happy. Memotivasi diri gue sendiri buat selalu tersenyum ngadepin segala macam yang namanya masalah yang pastinya terus mengintai lalu menhadang perjalanan hidup gue di dunia yang fana ini. Fiuh. Gue harap perasaan kayak gini bakal terus eksis di hati gue. Atau mungkin karena ada beban yang udah selesai gue release kali yak. Hehe.

Suasana hati gue gampang banget berubah soalnya. Sesimpel apa pun masalah yang gue hadapi kadang bikin gue kepikiran terus stress dan langsung pengen segera nyelesein biar gue berasa plong. Setiap orang di dunia pasti dong nggak mau berhadapan sama yang namanya masalah tapi toh hal itu nggak mungkin banget, secara masalah emang ngikutin kemana pun kita pergi.

Yang jelas gue sekarang merasa happy, dan gue ingin keep this feeling biar tetap stabil. Sekalian belajar buat nggak terlalu mikirin masalah yang gue hadapi-bukan berarti gue cuek bebek loh ya-

Eh, lo udah senyum nggak hari ini?

How Could You – Sean


Bagi kamu penggemar Sean patut berbahagia pastinya. Runner up Indonesian Idol musim ke tujuh ini rencananya bakal merilis album perdananya dalam waktu dekat ini. Tapi sebelum itu kamu kudu dengerin dulu hits single terbarunya yang bertajuk How Could You yang konon dia ciptakan pas dia masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Menurut dara kelahiran Jakarta 30 Juni 1995 dan bernama lengkap Kamasean Yoce Matthews hits How Could You ini menceritakan tentang hubungam yang complicated banget. Yaitu mengisahkan seseorang yang datang membawa kebahagiaan sekaligus kesedihan dalam kehidupan orang lain.

For your information ya kawula muda, hits How Could You ini lirik aslinya diciptakan oleh Sean sendiri dengan full berbahasa Inggris, cuma karena rilis di Indonesia ya liriknya di mix dengan Bahasa Indonesia.

Hitsnya yang pasti asyik dan emang terdengar Internasional banget. Pas denger part englishnya, saya jadi sedikit pangling, terdengar seperti penyanyi luar dan kemudian shock setelah mendengar part Indonesianya dan tahu kalau yang nyanyi adalah Sean *faint*

Penasaran kan hitsnya seperti apa? Langsung aja kamu dengerin How Could You by Kamasean 🙂