Lampion Merah dan 7 Penari


Lampion Merah

Lampion Merah

Aku seolah tidak sadar dengan apa yang aku lakukan sekarang. Yang aku tahu, aku sekarang berada di tempat yang tak aku kenali sama sekali. Bagaimana bentuknya, ada apa saja di sekitarku, aku tak mampu mendeskripsikannya. Sekelilingku gelap gulita. Satu-satunya yang menjadi sumber peneranganku hanya Lampion Merah berbentuk bundar.

Aku tak tahu harus melangkah kemana. Aku berjalan tanpa tujuan. Orang itu hanya membekaliku dengan Lampion Merah ini. Katanya, Lampion Merah ini bukan sekedar Lampion biasa. Cahaya yang berpendar di dalamnya bukanlah berasal dari api, tapi dari berlian. Dia memberiku tugas untuk membawa benda ini dan menjaganya karena aku memiliki permohonan yang akan segera dikabulkan kalau aku berhasil menyelesaikan tugas ini.

Masalahnya, aku tak tahu tugasnya seperti apa. Dia hanya memerintahkanku untuk membawa Lampion Merah ini entah membawanya kemana. Begitu aku tersadar, aku hanya mendapati diriku berada di sebuah tempat gelap yang hanya diterangi oleh Lampion Merah ini.

Sebaiknya aku terus berjalan dari pada aku hanya diam tak melakukan apa pun, siapa tahu aku menemukan jalan keluar. Aku harus berhasil menyelesaikan tugas ini demi permohonanku itu. Aku tak boleh takut, karena ketakutan tak akan membawaku kemana-mana sampai aku berani melawan ketakutan itu sendiri, kataku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri dengan quote dari seorang penulis terkenal.

Berlian? Lampion Merah ini berisi berlian? Entah berlian apa ini sampai bisa memendarkan cahaya begini. Orang itu memang sedikit misterius, apalagi setelah aku tinggal bersamanya, banyak keanehan yang aku alami. Aku semakin yakin kalau orang itu tidak cuma sekedar peramal biasa, dia penyihir. Dia banyak tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia lain. Dia juga punya banyak sekali benda-benda mistis yang sangat tidak masuk akal. Salah satunya, ya Lampion Merah yang konon berisi Berlian ini. Dia juga menjelaskan padaku, Benda ini sangat disukai oleh Iblis. Mereka akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan berlian ini. Dan tugasku adalah menjaganya.

Aku akhirnya tersadar ketika mengingat penjelasan orang itu. Sejak awal aku berjalan di tempat gelap ini, ada yang mengikutiku. Begitu aku menoleh ke belakang sambil mengangkat Lampion Merah itu sebagai penerangan, aku melihat 7 sosok misterius.

“Iblis!!!”

7 sosok misterius itu mulai mengelilingiku dengan gerakan yang sangat rumit. Bukan, ini bukan gerakan biasa, mereka menari. Samar-samar aku mendengar alunan musik yang sangat indah. Entah dari mana datanganya, aku hanya terdiamn sambil menyaksikan 7 sosok misterius yang sedang menari dengan gerakan-gerakan lentur.

Mereka bernyanyi.

Matahari bersinar terang seperti berlian

Bukan berlian biasa

Tahukah kamu berlian sejatinya

Tercipta dari sinar matahari yang bersinar terang seperti berlian

Tercipta dari benda-benda yang pertama kali diterpa

Sinar matahari yang terang seperti berlian

Ketika kehidupan pertama kali diciptakan

Cahaya pertama yang menerpanya

Menjadikannya berlian

Matahari bersinar terang seperti berlian

Tiba-tiba tubuh 7 sosok misterius itu memendarkan cahaya yang menyilaukan mata. Samar-samar aku melihat salah satu dari mereka melayang mendekatiku dan mengambil Lampion Merah itu dari tanganku. Aku tak bisa melawan, tubuhku terasa kaku.

“Tunggu, jangan ambil Lampionku, aku tak bisa pulang.”

Mereka melayang menjauhiku sambil membawa Lampion Merahku.

Mereka bernyanyi lagi.

Dia memberimu apa yang kau inginkan

Padahal tak kau butuhkan

Atau

Dia memberi apa yang kau butuhkan

Padahal tak kau inginkan

Sadarlah

Dan pulanglah

Ada sejuta cinta tersebar

Mereka melayang semakin jauh sampai hanya terlihat hanya tinggal sebuah titik cahaya yang perlahan menghilang.

Gelap.

Dan aku telah gagal menyelesaikan tugas itu. Iblis telah mengambil Lampion Merahku. Orang itu pasti tidak akan mau mengabulkan permohonanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: