Do You Think Of Me


Malam itu aku secara tidak sengaja menonton sebuah video musik dari Misha B yang berjudul Do You Think Of Me. Aku ingat lagu ini pernah menjadi Track Of The Week (lagu baru terpilih yang akan diputar selama seminggu penuh di jam-jam tertentu untuk memperkenalkannya kepada pendengar dengan harapan lagu tersebut berpotensi menjadi hits) di radio tempatku bersiaran. Lumayan bagus terutama liriknya menjadi “sesuatu” di sanubariku. Entah mengapa setiap menyanyikan lagu ini, aku tak kuasa menahan air mataku karena mengingatkanku tentang orang itu. Vision tentang gambaran wajahnya berkelebatan di depan mataku. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merindukan seseorang lalu berpikir apakah orang itu sedang memikirkannya atau tidak? Apakah orang itu rindu padanya atau tidak. Bahkan beat lagu ini begitu menghentak dan seolah mengajak berdansa tapi mengingat liriknya yang mendayu-dayu aku jadi berpikir meskipun aku bergoyang di lantai dansa, hatiku akan tetap merasa sakit. Beberapa kali aku mencoba menyanyikannya dengan perasaan bahagia tapi selalu terhenti di bagian chorusnya. Aku tak sanggup. Wajah orang itu terpampang di pelupuk mataku. Aku menangis. Biarkan saja orang menganggapku cengeng. Aku pikir menangis bukan masalah cengeng atau tidak. Menangis adalah hal yang manusiawi. Ketika kamu ingin menangis ya menangis saja. Lepaskan beban yang ada di pikiran dan hati kamu. Paling tidak hal itu bisa membuatmu sedikit lega.

I’ll leave the light on,
In case you come back, in case you come back.
I’m pinning my hopes on you
Gotta believe that, yes I believe that.
It’s been too long, I’ve tried to stay strong
But you’re a life away
Do you hear me calling your name, yeah?
 
 [Chorus:]
Every time the night falls down,
So do you wonder what I’m doing now
Do you think of me?
You didn’t mean to let me down
I just wonder what you’re doing now
Do you think of me?
At all (One heart, one love, one way)
At all (One heart, one love, one way)
Do you think of me?
 
I’m living by the telephone
You never call back
Why don’t you call back?
I’m crying waterfalls
Gotta believe that
Why won’t you come back?
It’s been too long,
And I’ll try to stay strong
But you’re a life away
Do you hear me calling your name, yeah?
 
[Chorus:]
Every time the night falls down,
Do you wonder what I’m doing now?
Do you think of me?
You didn’t mean to let me down
I just wonder what you’re doing now
Do you think of me?
At all (One heart, one love, one way)
At all (One heart, one love, one way)
Do you think of me?
 
I never told you you’re my
Somebody, everybody, somebody, everybody, somebody, everybody!
Want you to know that you’re my
Somebody, everybody, somebody, everybody, somebody, everybody!
Yeah, do you think of me?

[Chorus:]
Every time the night falls down,
So do you wonder what I’m doing now
Do you think of me?
Oh leave me, let me down
See, I just want to do it now
Do you think of me?
I say oh, oh, and oh, oh
Do you think of me oh, oh?

I never told you you’re my
Somebody, everybody, somebody, everybody, somebody, everybody!
I never told you you’re my
Somebody, everybody, somebody, everybody, somebody, everybody!
Do you think of me?

Apakah orang itu memikirkanku? Apakah orang itu saat ini memikirkan apa yang sedang kulakukan? Entahlah. Tapi aku tidak mau bohong. Aku sering memikirkannya. Aku sering bergumam, “Sedang apa ya dia?”

Ada yang bilang kepadaku, “Apapun yang terjadi, ikatanmu dengan orang itu tidak akan pernah terputus meski kalian tidak pernah bertemu. Ada ikatan batin yang tak bisa dilihat oleh mata telanjang dan itu hanya bisa kamu rasakan. Aku yakin meski orang itu tidak pernah menelpon atau mengirimimu SMS, dia pasti selalu memikirkanmu. Konon kalau kita ingin bertemu dengan orang yang sudah lama tidak pernah kita temui, tutup matamu dan pikirkan wajahnya. Dan ketika kamu membuka mata, kamu pasti bertemu denganya.”

Aku tidak terlalu percaya. Tapi aku diam-diam melakukannya. Hihi. Dan terbukti. Setiap kali aku memikirkan orang itu, aku pasti bertemu secara tidak sengaja. Aku tahu ini takdir karena aku tidak percaya dengan kebetulan. Mungkin inilah yang disebut ikatan itu. Ikatan batin yang tak terlihat oleh mata telanjang dan hanya bisa dirasakan.

Aku melihat sosok orang itu
Aku berlari mendekatinya
Memeluknya dengan erat
Menangis di pelukannya
Lalu bersujud
Dan mencium kedua kakinya
Memohon ampun
 
Hanya bayangan saja. Kenyataannya aku hanya mampu melihatnya dari kejauhan kemudian menangis lagi.
 
Do you think of me?
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: