Stupid Thing Called Chance II


Memang ya kalo yang namanya belum rejeki itu mau susah payah kayak gimana, mau sekeras apapun usahanya pasti nggak bakal dapet. Cuma gue kadang suka nyesel. Kalo emang that thing not for me ya mending nggak usah mampir deh. Gue nggak usah tau biar nggak kecewa. Betek rasanya. Udah berusaha keras. Ngorbanin waktu dan biaya tapi hasilnya zonk!

Gue banyak banget ngikutin kesempatan-kesempatan yang dateng menghampiri. Ikut ini itu buat memperbaiki taraf hidup dan gue tau pasti kalo pun gagal at least gue udah nyoba ketimbang duduk diam terpaku sambil ngupil yang ada nanti gue nyesel kalo ngelewatin kesempatan itu dan at least lagi siapa tau gue berhasil. Hahahahaha.

Sampe detik ini, alhamduillah ya, suka masih ada juga kesempatan-kesempatan yang dateng menghampiri cuma masalahnya sekarang adalah umur. Ya. Umur. Bukannya masalah bisa atau nggak tapi emang umur gue nggak mendukung. Umur gue udah ketuaan. Rata-rata kesempatan yang sekarang dateng bermasalah dengan umur. Ngebetein nggak sih? Kalo kemaren rintangannya masalah pendidikan yang juga sangat gue sesali dan sekarang masalah umur.

Gue kadang mempertanyakan hal-hal itu ketika hidup orang-orang di sekitar gue mulai menuntut. Gue harus ini. Gue harus itu. Nyelesein ini. Nyelesein itu. Bla bla bla. Terus dulu, pas gue mau ini mau itu kalian kemana? Gue mau sekolah ini sekolah itu kalian ada di mana? Gue mau belajar ini belajar itu where the hell you at???

Gue ngebayangin kalo dulu misalnya gue punya pendidikan yang bagus, mungkin saja sekarang hidup gue bisa lebih baik. Maybe. Kesempatan-kesempatan yang kemaren dateng pasti bisa gue dapetin.

Gue kadang sakit hati. Menyesal. Gedeg. Jengkel ketika kenyataan nggak sesuai dengan harapan.

By the way, itu cuma gambaran pikiran gue doang. Bagaimana mungkin hal-hal tersebut bisa jadi nyata kalo ALLAH sendiri nggak menghendaki. Apa benar hidup gue bakal lebih baik dari sekarang cuma dengan punya pendidikan tinggi? Apakah dengan ngedapetin kesempatan-kesempatan itu gue bakal hidup bahagia? Bisa aja gue ngedapetin semua yang gue harepin tapi konsekuensinya hal-hal membahagiakan yang gue dapet selama ini menjadi hilang ato bahkan tidak pernah gue alami? Segala hal yang ada pada gue lenyap. Orang-orang yang gue temui beserta pengalaman-pengalaman berharga yang gue dapetin juga sirna?

Akan selalu ada timbal baliknya. Sama halnya ketika gue dihadapkan dengan jalan bercabang. Gue harus memilih salah satunya. Masing-masing jalan memiliki tantangan dan kesulitan sendiri-sendiri. Tergantung gue-nya aja bagaimana melewati jalan tersebut toh inti dari semuanya adalah mencari kebahagiaan.

Pada akhirnya kelebihan dan kekurangan memang nggak akan bisa dipisahkan karena unsur pembentuk kehidupan adalah kelebihan dan kekurangan itu sendiri.

Friendjones


Aku tidak mengerti perasaan apa sesungguhnya ini. Aku juga tidak tahu cinta itu ternyata bisa menyebabkan rasa sakit yang begitu dahsyat sehingga membuat ragaku menjadi tak karuan. Tapi tunggu dulu, aku bukannya tak pernah jatuh cinta sbelumnya. Beberapa kali dan memang tidak terlalu sering berikut patah hati tapi tak semenyakitkan ini. Ketika aku merasa telah menemukan “orangku satu-satunya” orang yang akan mengisi hari-hariku yang sepi namun ternyata tidak. Ketika aku menganggap bahwa dialah orangnya tapi ternyata dia tidak menganggapku sama sekali. Istilah kekiniannya adalah Friendzone. Toengggggg!!!

Lumayan menyebalkan. Tapi entahlah, apa aku cuma terlalu terbawa perasaan atau seperti kata teman-temanku, aku terlalu drama. Memang. Scorpio terkenal drama queen. Opps, drama king!

Dua hari, perasaanku tak menentu. Makan tak enak, tidur pun demikian. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati. Sulit menerima kenyataan bahwa kita-kami tak lebih dari teman. Aku mencoba cuek namun tak mampu. Malah makin terpikirkan. Menyebalkan!

Imbasnya, kesehatanku drop! Dua hari terakhir terbujur lemah tak berdaya.  Kata dokter tekanan darahku menurun sampai 60! Mengerikan! Aku tidak boleh terus begini. Aku harus kembali fit. Aku harus kembali bersemangat. Menghadapi berbagai macam aral rintangan yang menghadang di dunia yang fana ini.

Kalau boleh membandingkan, semenjak aku mulai rajin berolah raga, dua tahun terakhir aku tak pernah sakit. Tapi di tahun ini, sampai detik ini kesehatanku drop hingga dua kali!

Sepertinya sendiri dulu memang lebih baik.

Karena aku yakin dan percaya bahwa hari yang cerah dan indah telah menantiku.