Review Film: War for the Planet of the Apes (2017)


thumb-128656

Film War for the Planet of the Apes adalah film ketiga dari seri Planet of the Apes. Awalnya gue belum pernah menonton dua film sebelumnya yaitu Rise of the Planet of the Apes (2011) dan Dawn of the Planet of the Apes (2014) karena gue mikirnya ini adalah film seri berkepanjangan ala-ala Star Wars jadi buat ngikutin filmnya dari awal rada males. Sampai suatu malam beberapa waktu lalu salah satu stasiun TV menayangkan film yang pertama, Rise of the Planet of the Apes dan gue tonton secara nggak sengaja.

Ternyata bagus! Yampun! Gue kok nggak tau film sebagus ini! Jadilah gue nyesel nggak ngikutin filmnya apa lagi tahun 2017 ini rilis film ke tiga ditambah lagi Lombok udah punya bioskop! Damn!

War for the Planet of the Apes melanjutkan kisah Caesar (Andy Serkis), si raja kera yang memimpin kawanannya menyepi di hutan. Sebenarnya sih Caesar pengen banget tinggal berdampingan sama manusia apalagi kalo inget kasih sayang tuannya di film pertama yang dulu diperankan James Franco tapi kayaknya emang nggak bisa. Malah Caesar dan kaumnya diburu terus sama militer.

Yang paling nyes ketika Caesar mendapati orang tersayangnya terbunuh oleh seorang Kolonel (Woody Harrelson) yang bikin dia dendam setengah mati. Caesar lalu memerintahkan rakyatnya buat ngungsi dan dianya mau nyusul Kolonel buat balas dendam. Ada karakter baru di sini yaitu Bad Ape (Steve Zahn) yang seekor kera yang lawakannya garing banget! Lalu seorang gadis kecil yang nantinya dikenal dengan nama Nova (Amiah Miller) seorang bisu penderita wabah Simian.

Kalo ngeliat kata “War” di awal judul filmnya pasti kebayang sama pertempuran maha dahsyat antara kera dan manusia. Ada sih perangnya tapi didominasi sama perang batin. Perang perasaan. Pokoknya drama banget tapi drama yang luar biasa keren! Filmnya bikin kita lebih cenderung iba dan berpihak sama kera. Gue suka banget sama Caesar. Pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab dan rela berkorban demi rakyatnya. Dia juga sebenarnya nggak pernah mau berperang tapi karena dendam, dia kemudian akhirnya menyadari kalo dia nggak ubahnya seperti Koba. Efek spesialnya udah nggak bisa diragukan lagi kerennya. Kera-kera yang menenteng senjata keliatan sangat nyata! Seolah-olah they’re real ape! Tatapan mata Caesar yang tajam memang udah menarik perhatian dari film pertama. Keliatan banget perkembangan Caesar dari yang awalnya ngomong beberapa kata, di film ini udah lancar berbicara.

Meski menurut gue film ini lebih drama ketimbang dua film sebelumnya, War for the Planet of the Apes adalah film drama yang keren! Ceritanya kuat dan emosional. Nggak melulu film bagus itu adalah tentang efek spesial canggih dan megah kalo ceritanya cheesy ya bikin bosen tapi War for the Planet of the Apes ini adalah contoh film yang mencangkup semuanya!

Tiga setengah!

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: