Review Film: A Quiet Place (2018)


a-quiet-place-dutch-poster-1

Apa jadinya kalo lo idup nggak boleh berisik? Bahkan  sekadar ngobrol aja nggak boleh. Yang pasti idup lo bakal sunyi banget. Begitulah yang terjadi di film “A Quiet Place“. Sebelumnya, lo kudu tau rule di film ini. Yang pertama, Don’t make a sound. Kedua, Never leave the path dan ketiga, Red means run.

Bukan gue sih yang bikin rule-nya tapi emang tertulis di poster filmnya! Hehe.

Menurut gue sih film ini nggak begitu diantisipasi ya, maklum filmnya juga tergolong berbudget rendah tapi filmnya keren abis! Tumben gue nonton film yang bahkan takut mengeluarkan suara sedikit pun untuk sekadar mengunyah popcorn atau mengganti posisi duduk karena filmnya super duper menegangkan.

Film “A Quiet Place” menceritakan tentang sebuah keluarga terdiri dari ibu (Emily Blunt), ayah (John Krasinki) dan beberapa orang anak. Mereka tinggal di suatu daerah di New York lalu diteror oleh seekor makhluk buta yang sepintas kok mirip venom di Sipder-Man tapi lebih menyeramkan. Monster ini rentong banget. Denger suara dikit aja, dia langsung nyamber korbannya, makanya sepanjang cerita, film ini relatif sunyi meski nggak sunyi-sunyi amat. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat seperti tuna rungu dan secara takdir salah satu anak mereka juga memang tuna rungu. Gue sempat mikir, apakah sepanjang film ini memang nggak ada “dialog”? Atau at least mereka berbicara dengan bahasa lisan? Nggak juga. Momen ketika mereka akhirnya bisa berbicara secara lisan adalah salah satu yang melegakan bagi gue.

Paling menegangkan ketika si ibu akhirnya hamil dan sebentar lagi akan melahirkan. Bayangin deh gimana caranya cobak brojol tapi nggak boleh teriak. Belom lagi nanti baby-nya lahir pasti nangis dong? Nah, di momen ini lah gue dan penonton seruangan bener-bener sunyi bahkan nggak berani ngeluarin suara saking tegangnya. Ada banyak jump scare yang bikin kita bakal tetap terpaku sama film ini.

Gue sempet mikir juga, kok monster ini sama kayak gue ya? Bukannya gue nggak suka bebunyian ya tapi untuk suara-suara tertentu kadang gengges banget! Gue nggak suka ketika nonton film di bioskop ada yang ngobrol. Atau pas lagi makan/ngunyah mengeluarkan suara kunyahannya kayak mukbang-mukbang Korea di Youtube. Pengen gue kirimin monster ini ke orang-orang itu biar ditumpas sekalian. Wkwkwk!

Banyak yang bilang film “A Quiet Place” ini punya ending yang menggantung. Tergantung orangnya sih punya pendapat yang berbeze. Kalo menurut gue, endingnya nggak menggantung dan merupakan tipikal ending film thriller. Kalo sudah banyak menonton film thriller, ending begini mah biasa. Nggak selamanya kan film diakhiri secara gamblang. Ada kalanya si empunya film ngasi kesempatan buat para penonton untuk membayangkan/menentukan sendiri ending filmnya yang pasti kita semua yang sudah menontonnya juga sudah pada tau filmnya akan berakhir seperti apa. Jadi cukstaw aja!

Dari pada mikirin endingnya, gimana kalo kita pikirin sebenarnya makhluk peneror ini datangnya dari mana sih? #kode

Empat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: