Swa


Hi, aku pengen share sesuatu. Hari ini, aku lumayan sibuk dan akan selalu sibuk terus menerus ke depannya.

Beberapa waktu lalu ada orang yang bersedia membantuku menyelesaikan pekerjaan. Meringankan pekerjaan tepatnya. Aku sebenarnya tipikal single fighter, yang terbiasa mengerjakan sesuatu itu sendiri tapi kalau ada yang mau bantuin, silakan. Nggak juga nggak masalah.

Berhubung orang ini kekeuh banget mau bantuin dan berjanji akan konsisten karena pekerjaan tersebut berjangka panjang, akhirnya aku setuju. Di bulan pertama, kerjaanku sangat terbantu. Aku jadi bisa lebih fokus menyelesaikannya tanpa harus ribet mikirin ini itu setiap harinya karena memang ada yang menyelesaikannya. Tapi beberapa hari terakhir, tidak ada lagi bantuan. Tidak ada lagi penyelesaian. Aku mulai bingung. Padahal aku telah mulai terbiasa dengan bantuannya.

Sebenarnya nggak apa-apa juga dia berhenti bantuin karena pada dasarnya aku udah terbiasa bekerja sendiri. Aku masih bisa menyelesaikan semuanya. Makanya dari dulu aku selalu meyakinkan diri untuk nggak pernah tergantung sama orang lain. Bergantung sama orang itu nggak enak banget. 

Ketika berbagai macam hal bisa ku selesaikan sendiri, ada rasa kepuasan. Kepuasan dan kebanggaan terhadap diri sendiri. Perasaan free karena nggak ngerepotin siapapun. Kalaupun nanti ada kesalahan, nggak akan ada yang disalahkan selain diri sendiri. Semua tergantung sama diri sendiri.

Terima kasih telah membantuku selama ini.

Belajar Bahasa Indonesia (Lagi)


Setiap orang udah pasti punya pelajaran favorit ketika masih sekolah. Termasuk gue. Pas SD, gue paling suka pelajaran IPA. Pas SMP, gue jadi suka pelajaran Bahasa Indonesia dan untuk IPA, mengerucut ke Biologi. Pas SMA, gue masih demen sama pelajaran Bahasa Indonesia. Makin demen malah apalagi gue anak mading.

Suka baca, nulis dan ngomik gue berasa ngepas aja kalo masuk kelas bahasa. Tapi sedari kecil gue bercita-cita pengen jadi dokter. Serius! Ini bukan cita-cita cheesy khas anak sekolah dasar. Masuk SMP lalu ke SMA, di dalem hati, gue masih berangan-angan kalo kelak bisa jadi dokter. #pret

Faktanya, di SMA nilai Bahasa Indonesia gue yahut loh. Malah nilai pengetahuan alam gue yang jeblok apalagi fisika paling parah. Ketika pembagian jurusan, guru kesiswaan gue malah jeblosin gue ke kelas bahasa. Bete banget tau nggak sih lo. Di opsi penjuruan, pilihan pertama dan kedua gue kelas IPA no matter what! Eh, malah dijeblosin ke kelas bahasa! Aduh gue ngerasa kecewa banget sampe akhirnya gue protes dong dan well masuk kelas IPA juga gue.

Belasan tahun kemudian, gue malah kerja di media. Kalau tau di masa depan bakal kerja di media kenapa nggak masuk kelas bahasa cobak? Gue masih percaya sama mimpi sih. Gue jadi inget penjelasan guru kesiswaan gue di SMA. Lupa namanya.

“Kenapa ibu jeblosin kamu, eh, masukin kamu ke kelas bahasa, karena nilai bahasa kamu bagus. Coba liat nilai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris kamu, sun bright banget! Like a diamond in the sky!” sambil nyodorin rapor gue yang berkilau.

“Tapi buug, pilihan pertama dan kedua saya IPA. Pokoknya kelas IPA!”

“Kamu bisa berhasil loh nantinya kalo masuk kelas bahasa.”

Lama-lama guru gue udah kayak sorting hat-nya Hogwarts di cerita Harry Potter. Nyanyi-nyanyi sambil menimbang-nimbang kira-kira siswanya mau dijeblosin ke asrama yang mana.

Selama tiga tahun di SMA, gue makin cinta sama pelajaran Bahasa Indonesia. Termasuk guru-gurunya. Gue makin sering menulis, bikin komik dan bikin cerpen.

Gue akhirnya nyadar, kalo gue emang suit-nya di kelas bahasa. Gue ngebayangin kalo dulu gue ambil kelas bahasa, at least ilmunya bisa langsung gue praktekin di real life kayak sekarang tapi ya udahlah. Emang udah jalannya demikian jadi dinikmati aja.

Daaannn kemaren gue dapet undangan dari Kantor Bahasa Indonesia NTB buat belajar lagi. Seru banget! Banyak pelajaran yang gue dapetin. Mungkin lo juga udah pernah dapet tuh broadcast beberapa kata baru di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Nih gue kasih beberapa kata baru di KBBI yang gue copy paste dan ternyata masih jarang digunakan. Lucu-lucu loh kata-katanya.

Gawai

Gawai adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata Gadget. Jangan terkejut, karena gawai juga memiliki arti sebagai perkakas atau alat.

Ponsel, laptop, tab, komputer dan sebagainya secara tidak langsung juga berupa alat atau perkakas. Kata Gadget, atau sering dieja gejed, sudah terlalu terbiasa diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, media cetak dan daring nasional sudah mulai menggunakan kata Gawai untuk menggantikan Gadget.

Pramusiwi

Masih terbiasa menyebut kata babysitter untuk penjaga dan pengasuh bayi? Tenang. Dalam Bahasa Indonesia, babysitter berarti Pramusiwi.

Tetikus

Kata ini untuk mengganti kata mouse-nya komputer

– Warganet

Warganet muncul untuk menggantikan kata Netizen. Sebelumnya, kata Netizen juga muncul sebagai plesetan dari kata Citizen di internet. Jadi, siap-siap mendirikan RW (Rukun Warganet) di grup Facebook Anda.

– Pranala

Kata Pranala muncul untuk menggantikan kata Hyperlink atau Link, yang sudah terbiasa disebut dalam bahasa IT.

– Daring dan Luring

Daring muncul untuk menggantikan online. Daring juga akronim dari dalam jaringan. Sedangkan Luring adalah akronim dari luar jaringan muncul untuk menggantikan kata offline.

– Swafoto

Swafoto berarti foto sendiri, atau mengambil foto dengan usaha sendiri. Kata ini muncul untuk menggantikan kata selfie.

– Peladen

Mirip profesi seseorang yang bertugas untuk meladeni. Tapi, faktanya kata peladen muncul untuk menggantikan kata server.

– Komedi Tunggal

Frase ini muncul untuk menggantikan frase stand up comedy yang sebenarnya kalau dialihbahasakan menjadi komedi berdiri.

– Saltik

Saltik itu Salah Ketik buat gantiin kata Typo.

– Derau

Noise yang sebenarnya berarti ribut, sering pula digunakan untuk suara yang tidak diperlukan dalam satu rekaman suara atau video. Kata noise itu digantikan oleh kata Derau.

– Pratayang

Anda masih sering menggunakan kata Preview? Silakan gantikan dengan kata Pratayang.

– Hektare

Ini sebenarnya kata lama, hektar, tapi perbedaannya adalah huruf ‘e’, untuk kata ini tetap ditulis dan tetap dibaca.

– Portofon

Kata ini muncul untuk menyebut Handy Talkie (atau HT) dalam bahasa Indonesia.

– Mangkus dan Sangkil

Kalian tahu, mangkus berarti efektif, sangkil berarti efisien. Begitu saja singkatnya.

– Narahubung

Kata ini digunakan untuk menggantikan frasa contact person.

– Pelantang

Kata ini digunakan untuk menggantikan kata Microphone.

Nah, itu dia beberapa kata baru di KBBI. Masih belum familiar yah. Makanya biar familiar, lo pake dong di daily life lo. Awalnya pasti berasa aneh bin canggung atau malah diketawain tapi no problemo, nanti juga lama-lama terbiasa.

Salah satu cara melestarikan bahasa adalah dengan cara mempergunakan bahasa tersebut. Siapa lagi coba yang bakal pake Bahasa Indonesia kalo bukan orang Indonesia itu sendiri? Ya Nggak sih? Cukstaw ya, ada lebih kurang 56 negara di dunia udah mempelajari Bahasa Indonesia loh dan denger-denger Bahasa Indonesia bakal jadi bahasa internasional ke delapan! Proud banget dong! Katanya sih. Udah deh mending diaminin aja.

Aamiin.

The last, yang mau gue bilang ko lo, cepet-cepet deh nyadar sama passion lo. Hobi, kesukaan, kegemaran lo mulai sekarang lo fokusin. Zaman udah maju. Udah nggak musim lagi lo dikotak-kotakin sama kemauan orang tua lo. Dengerin kata hati lo, lo mau jadi apa kelak. Karena yang bakal menjalani kehidupan kan lo sendiri bukan orang tua lo.

Dan inget, bekerja sesuai passion itu sangat menyenangkan loh. Kerja rasa main! Udah gitu dibayar pula!

Ebatan


Kayaknya udah keseringan gue bahas deh ya. Yup!  Ini namanya EBATAN. Dari kata EBAT yang kalo nggak salah berarti cincang. Koreksi ya kalo salah. Ya karena bahan-bahannya memang dicincang gitu. Nemu Ebatan di hari biasa susah loh karena biasanya dimasak pas ada hajatan atau BEGAWE dalam bahasa sasaknya. Tapi biasanya ada juga sih warung atau rumah makan yang nyediain menu Ebatan cuma jarang.

Makanan khas dari Lombok ini emang enak banget guys. Dibuat dari campuran berbagai macam bahan. Mulai dari daun belimbing, pisang batu,  kelapa, daging dan lain-lain dengan bumbu rempah-rempah yang kompleks banget.

Kalo main ke Lombok jangan lupa cobain Ebatan yah!  #Ebatan #Lombok #Food #Yum #fun #yay #excited #explorelombok

Festival Peresean


Salah satu agenda Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016 adalah Festival Peresean yang diadakan di Pantai Senggigi.
FYI, Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan PENJALIN (Rotan) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras atau biasa disebut ENDE. Menurut Wikipedia sih.

Tradisi Peresean dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean juga termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biasanya disebut PEPADU dan wasit disebut PAKEMBAR.

Kalo jaman dulu Peresean dipake buat melatih ketangkasan suku Sasak untuk melawan para penjajah. Selain itu, tradisi ini juga merupakan media yang dipake sama para PEPADU untuk melatih ketangkasan, ketangguhan, keberanian dalam bertanding. Konon, Peresean juga dipakai sebagai upacara memohon hujan bagi suku Sasak di musim kemarau. Pantesan tadi baru mulai pertandingan bentar aja langsung turun hujan! #abaikan

Tapi kalo jaman sekarang, tradisi Peresean dipake buat nyambut tamu atau wisatawan yang datang ke Lombok. Yuk buat temen-temen yang pengen liat Peresean, bisa langsung dateng ke Lombok. Cepetan yah! #peresean #bulanbudaya #bulanbudayalomboksumbawa2016#lombok #sasak #nusatenggarabarat #explorelombok #culture #fun #yay #excited

Mid-night


Hey, it’s midnight. Pertama-tama gue mau bilang kalo gue seneng banget karena blog gue ini udah ada music player-nya. At least blogging jadi nggak sesunyi seperti dulu, I mean, nggak perlu nyalain musik di tempat lain karena blog gue ini udah dilengkapi pemutar musik #eaaa. Sebenarnya pengen yang lebih keren tapi cuma dapet yang simpel, cuma nambahin widget Soundcloud doang. Hahahahaha.

Oh ya, beberapa minggu ini suasana hati emang lagi nggak menentu. Apalagi gue ngalamin penyesuaian jadual kerja lagi. Yang tadinya masuk siangan jadi masuk pagian. Malah pagi-pagi buta. Nggak susah, cuma memang belum terbiasa ditambah lagi harus menyesuaikan jadual aktifitas yang lainnya yang otomatis ikutan berantakan. Fiyuh. Capek.

Ungkapan yang bilang, “Tuhan ngasi apa yang lo butuh bukan apa yang lo mau” ada benernya. Beberapa waktu lalu gue pernah komplin dan ngeluh banget sama kerjaan gue saat itu. Bukan passion lah, jam kerjanya banyak lah, ini lah, itu lah, sampai akhirnya mikir kalo misalnya gue punya kerjaan yang sesuai passion pasti bakal menyenangkan dan mendebarkan sekaligus mengejutkan. Iyalah, karena memang gue suka kerjaan itu otomatis nggak kayak lagi kerja justru berasa kayak lagi main. Enjoy gitu deh.

Pada kenyataannya sih nggak sepenuhnya benar. Masing-masing kerjaan punya tantangan masing-masing. Bahkan pekerjaan yang sangat lo cintai sekalipun. Gue akhirnya mikir, kok kenyataannya nggak sesuai dengan apa yang gue bayangin kala itu ya. Kerjain hal-hal yang memang gue suka. Tanpa paksaan dan memang benar-benar dari hati. Sangat menyenangkan! Makanya kalo ketemu temen entah temen sekolah, temen masa kecil atau temen jadul yang keliatannya hepi-hepi aja belum tentu hepi loh tapi semoga aja sih mereka emang beneran hepi. Ketika ngeliat temen udah sukses, berasa, “Wah, keren banget! Udah sukses ya sekarang.” Belum tentu juga sih. Gue yakin masing-masing punya problem sendiri-sendiri yang diliat orang kan cuma luarnya aja. Semacam rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Padahal belum tentu. Siapa tau rumputnya plastik. Palsu. Fake.

Gue juga sering ngerasa begitu. Kita bersua #eaaaaa sama orang, terus mereka bilang, “Enak ya, lo begini begitu syalalala..” Yak yang mereka liat cuma luarnya doang. Mereka cenderung liat hasilnya tanpa ngeliat perjuangannya kayak gimana. Padahal justru di situ pentingnya.

BTW, ini ngeblognya ngomong apa sih? Ngelantur kesana kemari. Gaje.

Menangkap Senja di Pantai Senggigi


Beberapa hari yang lalu gue sempat yang excited banget karena gue diajakin temen buat explore salah satu pantai yang belum pernah gue datengin sama sekali. Namanya pantai Sungkun.

“Oh, my GOD!!! I’m so excited! Oh, my! I can’t feel my face!!!”

Meski gue lahir dan gede-gede di Lombok, honestly, gue masih banyak banget tempat-tempat yang belum gue kunjungin. Apalagi saat ini Lombok jadi pusat perhatian di mana orang-orang beramai-ramai mengunjungi Lombok dan gue masih sibuk dengan kerjaan gue.

Kendala utama gue saat ini adalah transportasi. Makanya gue lebih suka naik pick up ketimbang naik motor. Karena memang motor gue udah nggak bersahabat lagi, bentar-bentar mati di tengah jalan, kalau naik mobil pick up kan lebih asyik masih bisa tiduran dan ngobrol sama temen-temen sambil menyanyi-nyanyi dengan perasaan riang gembira.

Setelah fix dapet tebengan, gue tambah seneng dong. Beberapa minggu sebelumnya gue nggak bisa ikutan karena kendala motor dan nggak dapet tebengan. Nggak masalah juga sih. Gue mikirnya simpel. Ada tebengan gue ikut, nggak juga nggak masalah.

Malamnya gue kecewa banget. Orang yang gue tebengin tiba-tiba nggak bisa ikut karena ada pekerjaan mendadak. Syedihnya. Katanya nggak apa-apa? Ya nggak apa-apa tapi tetep aja kecewa padahal udah heboh sendiri update sana sini kalo besok bakal pergi jalan-jalan. Yoda deh kalo begitu.

Besoknya, gue guling-gulingan sendiri di rumah nggak tau mau ngapain kemudian muncul ide buat main ke pantai terdekat buat mengobati kekecewaan. Jadi deh pergi ke pantai Senggigi. Salah satu pantai paling terkenal di Lombok.

20160103_183354.jpg

Pantai yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini emang nggak ada matinya. Dari jaman gue tau namanya pantai, gue udah kenal pantai Senggigi. Biasanya masa liburan sekolah atau sehabis lebaran gue biasanya ke pantai Senggigi. Kalo dulu lebih heboh, ke Senggigi bareng orang sekampung. Kalo sekarang udah jarang berame-rame mungkin karena udah punya kendaraan masing-masing kali ya.

20160103_180734.jpg

20160103_180817.jpg

Terus, apa yang ditawarkan oleh pantai Senggigi?

20160103_180907.jpg

Dari jaman nenek moyang, yang bakal kita liat di pantai ya paling sunset, berenang atau main pasir. Mancing juga oke tuh atau surfing bisa juga. Dong nggak mungkin lah lo ke pantai mau nyari bioskop?

20160103_180844.jpg

Semainstream-mainstreamnya ya pasti dong yang paling ditunggu adalah sunsetnya. Kita semua tau dong ya sunset itu pasti begitu-begitu aja tapi entah kenapa gue masih tetep suka ngeliat sunset. Sama kayak makan nasi, semua orang tahu rasa nasi itu seperti apa tapi toh tetep dimakan setiap hari. Hahahahaha apa deh analoginya gaje.

20160103_181901.jpg

20160103_181259.jpg

20160103_181435

“Tempat yang sama, pose yang sama dan suasananya pun sama tetapi aku yakin dari sekian kesamaan yang terlihat, masing-masing memiliki cerita yang berbeda”.

 

 

 

 

 

One Day (at least) One Post: Happy New Year 2016!


Hey, ini postingan pertama gue di tahun 2016! Sebelumnya gue mau ngucapin happy new year 2016! Semoga hari yang cerah dan indah selalu menanti kita tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, aamiin.

Mengingat tahun 2015 kemarin adalah tahun paling nggak produktif sama sekali. Bayangin cobak, setahun cuma bisa brojolin 4 postingan! Kemana aja gue? Makanya tahun ini gue pengen ngeblog lagi, pengen nulis lagi, pengen berbagi lagi. Sebenarnya tahun kemarin itu banyak banget hal yang pengen gue tulis, pengen gue bagi tapi mungkin emang lagi maleus aja. Ditambah lagi tahun kemaren, gue lumayan banyak ngunjungin tempat wisata yang ada di Lombok tapi cuma berakhir sebagai kenangan di otak. Eh tapi kalau mau liat cek aja Instagram gue riadunadnan ada deh sedikit story-storynya.

Tahun ini gue punya komitmen buat ngeblog  setiap hari. Menulis tentang banyak hal. Penting atau nggak penting pokoknya ngeblog. Pokoknya nulis. Namanya adalah “One Day (at least) One Post”.

Semoga bisa terlaksana. Aamiin.

Banyak Tidur


Hari libur gue kemaren emang ancur banget. Kebanyakan tidur. Emang sih liburan tuh paling asik males-malesan. Semacam The Art of Doing Nothing. Hahaha. Tapi bener deh kemaren tuh kebangetan. Emang sih gue kemaren berasa kecapean makanya tiduran terus tapi ternyata efeknya lumayan juga. Badan lemes. Kepala puyeng. Pokoknya berasa nggak bertenaga. Padahal hari sebelumnya gue udah susun berbagai macam rencana yang bakal gue kerjain di hari libur. Hasilnya, semua jadwal yang udah gue siapin jadi berantakan.

Malemnya gue nggak bisa tidur sih terus paginya gue pake buat balas dendam. Ini bukan kebiasaan tapi karena emang pure kecapean dan gue mesti hati-hati jangan sampai hal-hal nggak bener kayak gini lama-lama nanti gue bikin jadi kebiasaan. Sering kan hal-hal sepele yang tadinya nggak pernah dilakukan tiba-tiba sering dilakukan karena nggak sadar malah jadi sebuah kebiasaan.

Dianjurin banget lah tidur sehari sampai 8 jam. Banyak hal yang bikin tidur lama. Misalnya capek, stres, kurang tidur dan kurang disiplin diri buat tidur cepet mungkin karena begadang ngerjain tugas, nonton bola atau mungkin kebanyakan minum obat tidur. Hahaha. Bisa aja kan. Kalau yang kayak gini sih cuma bisa disembuhin oleh tekad yang kuat buat mendisiplinkan diri biar cepet tidur.

1489197_10201361279427791_1921491326_n

Dari yang gue alami, kebanyakan tidur bisa bikin begini:

1. Punggung sakit. Kalau yang kemaren sih karena gue abis latihan back di Gym, bisa jadi sakitnya belom ilang, Tapi bener deh kalo kebanyakan tidur juga bikin punggung sakit.

2. Sakit kepala. Ini bener banget. Kepala puyeng nggak karuan kalo abis tidur lama.

3. Gugling-gugling katanya banyak tidur bikin resiko tekanan darah tinggi sama jantung koroner. Hiyyy… sereuuumm!

4.Banyak tidur bikin cepet gemuk. Kalau ini nggak dianjurin deh. Katanya sih bikin cepet gemuk tapi gemuk yang nggak sehat. Gue pernah cobain ini tapi nggak gemuk-gemuk. Tipe badan orang kan beda-beda juga kali aja sama gue nggak cocok tapi sekali lagi gue nggak anjurin deh banyak tidur biar cepet gemuk. Mending banyak makan makanan yang sehat aja dan rajin olah raga pastinya.

Nah kan, sebaik apapun sesuatu, kalau berlebihan ya jatohnya nggak baik juga. Coba deh buat disiplinkan diri. Kalau waktunya tidur ya tidur dan waktunya bangun ya bangun tapi sesekali males-malesan juga nggak masalah yang penting jangan sampai dijadikan kebiasaan. Oke!

TAKDIR


Bisa jadi hal-hal yang terjadi belakangan ini semacam reminder buat gue. Mungkin karena gue kurang dekat dengan ALLAH sampai DIA mencoba buat ngingetin gue melalui serangkaian peristiwa yang menurut gue shocking soda banget.

Yang namanya masalah-bencana-musibah nggak bakal ada yang tahu kapan datangnya. Udah tahu gitu gue sebagai manusia biasa harusnya udah mulai siap-siap dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Beberapa hari lalu, motor kakak gue hilang dicuri orang padahal gue tahu kakak gue lagi banyak menghadapi masalah hutang piutang dengan jumlah yang lumayan banyak dan yang lebih nyesek lagi, motor tersebut baru sebulan lunas. Sehari sebelumnya, ada seorang pencuri siang bolong tewas diamuk masa. Kemudian beberapa hari setelahnya, ada peristiwa mobil terbakar yang menewaskan pemiliknya seketika. Benar-benar rentetan peristiwa yang bikin jantung tak tenang.

And what next?

Nggak ada yang tahu.

Gue anggap kejadian-kejadian ini sebagai reminder buat gue sendiri. Untuk selalu ingat ALLAH di mana pun gue berada. Untuk selalu waspada di mana pun dan kapan pun. Toh kalau gue udah berusaha sebaik mungkin, sesempurna mungkin menjalani hidup di dunia yang fana ini kemudian sesuatu terjadi, ya karena itulah yang namanya takdir.

Hape Yang Hilang


Sepenggal cerita…

Pas mau berangkat kerja barusan, aku kelabakan karena nggak nemu hape yang menurutku beberapa saat lalu aku taruh di atas meja.

Aku mencarinya ke semua sudut ruangan tapi hasilnya nihil. Meski tau hape itu biasanya aku silent dari jaman Pitekantropus Palalopeangus, nggak ada salahnya aku coba miskol.

Nihil.

Setelah capek nyari sana-sini, akhirnya aku nanya ke mom.

“Mom, ada liat hapeku nggak?” tanyaku sambil ngubek-ngubek tas

“Makanya taro apa-apa yang bener.”

“Ya tau, bantuin cari dong. Eh, itu yang di kantong apaan?”

“Ini mah hape mom keleus, plis deh.”

“Mana coba liat?”

“Ih, nggak percaya, nih liat..”

Mom ngeluarin hape dari kantongnya dan…

TUWEW….!!!

“Nah, kan hapeku…”

“Kirain hapenya mom tadi hehehe…”

Kemudian telat masuk kerja.

View on Path

« Older entries