How Could You – Sean


Bagi kamu penggemar Sean patut berbahagia pastinya. Runner up Indonesian Idol musim ke tujuh ini rencananya bakal merilis album perdananya dalam waktu dekat ini. Tapi sebelum itu kamu kudu dengerin dulu hits single terbarunya yang bertajuk How Could You yang konon dia ciptakan pas dia masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Menurut dara kelahiran Jakarta 30 Juni 1995 dan bernama lengkap Kamasean Yoce Matthews hits How Could You ini menceritakan tentang hubungam yang complicated banget. Yaitu mengisahkan seseorang yang datang membawa kebahagiaan sekaligus kesedihan dalam kehidupan orang lain.

For your information ya kawula muda, hits How Could You ini lirik aslinya diciptakan oleh Sean sendiri dengan full berbahasa Inggris, cuma karena rilis di Indonesia ya liriknya di mix dengan Bahasa Indonesia.

Hitsnya yang pasti asyik dan emang terdengar Internasional banget. Pas denger part englishnya, saya jadi sedikit pangling, terdengar seperti penyanyi luar dan kemudian shock setelah mendengar part Indonesianya dan tahu kalau yang nyanyi adalah Sean *faint*

Penasaran kan hitsnya seperti apa? Langsung aja kamu dengerin How Could You by Kamasean 🙂

Iklan

Change!


Setiap orang perlu yang namanya perubahan. Yang pasti bukan berubah jadi Pahlawan Bertopeng apalagi jadi Power Rangers, bukan. Tapi berubah jadi seseorang yang lebih baik dong.

Beberapa orang memang nggak suka yang namanya perubahan mungkin karena udah nyaman dengan keadaan seperti itu. Tapi ada juga orang yang merasa perubahan itu perlu, misalnya untuk membuat image baru atau alter ego baru buat menghindari kemonotonan hidup yang begitu-begitu saja.

Nilai plusnya, kamu mungkin akan banyak belajar hal baru di luar kebiasaan kamu. Hal ini akan menjadi sangat menarik bagi kamu yang memang menyukai tantangan. Minusnya, kamu akan kembali beradaptasi dengan hal-hal baru yang mungkin memang belum pernah kamu lakukan.

Apa pun pilihan kamu, selama hal tersebut baik dan nggak merugikan diri kamu sendiri dan orang lain, perubahan memang perlu kamu lakukan. Pada akhirnya, keputusan ada di tangan kamu sendiri. Apakah kamu mau menjalani hidup kamu dengan flat, atau ingin hidup lebih berdinamika?

Bored Lunch


Seenak apapun makanan yang kawula muda makan, pasti bakal jenuh kalau misalnya makan makanan itu mulu. Misalnya hari ini menunya tempe, eh, besoknya tempe lagi. Mungkin tempe adalah makanan favorit kawula muda tapi kalau setiap hari dikonsumsi, lama-lama bosen juga.

Sama halnya bagi kawula muda yang masih sekolah atau pun yang udah kerja nih. Pas jam makan siang biasanya kan ke kantin atau ke warung deket tempat kerja. Yang di kantin paling menunya itu-itu juga. Terus yang biasanya makan di warung bisa diakalin kali ya buat makan di tempat lain biar nggak monoton atau ngebosenin karena memang menunya itu-itu mulu.

Pernah nggak kepikiran buat bawa bekal ke sekolah atau ke tempat kerja kamu? Ini bisa jadi alternatif buat kawula muda biar nggak bosen sama menu makan siang kamu yang itu-itu mulu. Selain kebersihannya terjamin, kamu juga jadi lebih hemat loh, secara makan siang yang kamu bawa dibikin sama ibu atau malah pembantu kamu. Asik banget kan.

Konon, makanan yang dibikin sama ibu sendiri adalah makanan yang paling enak sedunia. Hahahaha.

Kamu makin sehat gara-gara makan makanan yang udah terjamin kebersihannya, dompet kamu juga makin tebel gara-gara duit yang biasanya kamu pakai buat makan siang tersimpan rapi.

Ya, nggak sih?

Ya, doooooooongg.

Too Much Su’udzon Will Kill You


Mungkin banyak diantara kawula muda sering berprasangka buruk sama orang-orang di sekitar kamu. Nggak perlu jauh-jauh, pasti kamu pernah berprasangka buruk sama teman atau bahkan sama orang tua.

Misalnya saja ketika orang tua kawula muda tiba-tiba saja sikapnya berubah, mereka tiba-tiba cuek bebek seolah mereka nggak perhatian lagi sama kamu, padahal saat itu kamu sedang butuh-butuhnya atau sedang perlu banget sama mereka buat mendengarkan curhatan sekaligus keluh kesahmu. Pasti kamu langsung berprasangka buruk sama mereka saat itu juga. Kamu pasti mikir, ternyata mereka udah nggak sayang lagi sama kamu. Hahahaha…kasian banget sih. Bisa saja kan mereka lagi sibuk dengan aktifitas mereka, Adun yakin pasti mereka sayang banget sama kamu. Bayangin aja, orang tua mana sih yang nggak sayang sama anaknya?

Ada pepatah yang mengatakan, “Too much su’udzon will kill you,” terlalu berprasangka buruk bakal membunuh kamu. Bener banget, ketika kamu berprasangka buruk sama seseorang, yang ada bakal timbul pikiran negatif macam rasa iri, benci, dendam dan keluarga-keluarganya bakal meracuni hati kamu. So, kamu bersihkan pikiran dan hati kamu dari perasaan-perasaan negatif tersebut yang pastinya bersihinnya bukan dengan detergent plus pelembut sekali bilas apalagi sabun colek, Hahahaha… tetapi dengan pikiran-pikiran positif atau hal-hal positif.

Ya, nggak sih?

Ya, doooooongggg.

Yes, I Can Do It!


Emang nggak enak banget loh yang namanya diremehkan. Siapa juga yang mau diremehkan. Mungkin, misalnya ketika lo dihadapkan sama suatu peristiwa atau kejadian di mana lo merasa bisa melakukannya tapi ada seorang teman atau siapa saja udah menjudge lo kalau lo nggak bisa. Padahal lo merasa bisa melakukannya. Pasti jengkel lah ya. Apalagi kalau ngomongnya di hadapan banyak orang. Selain berasa diremehkan, lo juga pastilah merasa malu. Muncul perasaan kalau lo nggak berguna banget.

Lagian orang tersebut sok tahu banget ya. Merasa paling tahu segalanya. Kalau gue sih prinsipnya, gue nggak apa-apa dibilang bego, bodoh atau apalah semacamnya dari pada gue dijudge sotoy atau sok tahu. Kalau memang gue nggak bisa atau nggak tahu ya apa adanya saja, gue memang nggak bisa dan gue memang nggak tahu. Jadi, di kemudian hari, lo bisa pakai hal tersebut sebagai cambuk untuk terus belajar dan tahu banyak hal sehingga lo nggak bakal diremehkan lagi.

Tapi, tenang saja, apa pun yang terjadi sama lo, lo sebaiknya teruslah berpikir positif. Ya, menyebalkan, tapi tinggal lo saja yang mengubah sudut pandang. Bisa miring, bisa lurus, bisa gila deh. Hahaha. Kalau maksud dari orang tersebut memang demi kebaikan lo.

Anggap saja itu sebagai motivasi. Mungkin bisa saja itu kenyataannya kalau lo memang benar-benar nggak mampu melakukannya. Nah, cara mengatasinya, ya lo buktikan kalau lo bisa melakukannya. Lo buktikan kalau anggapan orang yang telah menjudge lo itu salah. Bisa jadi orang yang telah menjudge lo atau orang yang telah meremehkan lo itu pernah melihat kesalahan lo dan dia berkesimpulan kalau lo memang nggak becus dan nggak bisa diandalkan. Dengan membuktikan hal tersebut, bisa jadi orang yang telah menjudge lo cuma bisa gigit jari dan akhirnya berpikir kalau lo nggak seperti yang dia bayangkan. Berbuat salah itu manusiawi banget kan. Siapa sih yang nggak pernah melakukan kesalahan? Tapi lo ingat, Ketika lo melakukan kesalahan tapi lo nggak memeperbaiki kesalahan itu, berarti lo melakukan kesalahan lagi. Nggak nyadar? Kasian deh lo!

Yang bisa lo lakukakan adalah menimbulkan kesan positif dan yakin bisa melakukannya. Lo dihadapkan sama sebuah tugas atau pekerjaan. Lo harus yakin kalau lo bisa menyelesaikannya dengan baik. Lo harus masang tampang yang meyakinkan lah pastinya. Ada pepatah yangb mengatakan, “Don’t judge book by it’s cover,” tapi toh pada kenyataanya, orang lebih banyak akan menilai luarnya dulu, baru mendalaminya. Misalnya, ada dua orang cowok, satu kurus dan yang lainnya berbadan besar, diberi tugas untuk mengangkat Galon. Siapa pun yang melihatnya atau menyaksikan kejadian ini, pasti akan memilih cowok berbadan besar untuk melakukan tugas itu. Outfit cowok berbadan besar lebih menjanjikan untuk bisa mengangkat Galon. Maka dia akan terpilih langsung untuk melakukannya. Meskipun pada kenyataannya, cowok berbadan kurus pun sebenarnya mampu melakukannya atau bahkan bisa saja sebaliknya.

Jadi, yang terpenting dan pertama lo lakuin adalah selalu tampil meyakinkan kalau lo bisa melakukannya. Masalah hasilnya itu urusan belakangan. Lakukan yang terbaik. Kalau pun lo melakukan kesalahan, tak mengapa, toh semua orang bisa saja salah, asal lo mau memperbaiki kesalahan lo dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi 🙂

Ya nggak sih?

Ya, dooooooongggg!!