Review Novel Gho5ts


Novel Gho5ts

Novel Gho5ts

Judul : Gho5ts

Penulis : Omadi Pamouz

Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia

Jumlah Halaman : 352

Harga : Rp 59.000

“Simpan jeritan dan ketakutanmu hingga kau tahu apa yang mereka lakukan.”

Mereka Hantu! Keterkejutan Raisa pada sosok Five Charming (FC) tidak cukup sampai di situ saja. Dia juga dihadapkan pada kenyataan lain bahwa makhluk astral berasal dari zaman suku maya kuno menggunakan tubuh kecil Fiko sebagai avatar-nya, dan juga memerintahkan empat hantu lokal dari klan berbeda untuk memburu roh Alya yang raganya terbaring koma.

Raisa tidak hanya harus menyelamatkan kedua sepupunya, tapi juga bumi dari kehancuran yang masif. Tapi apakah dia mampu, sementara dirinya bukan cewek berkekuatan super? Dia Cuma cewek popular di sekolahnya, SMASH.

So, how?! Di balik prahara yang sedang terjadi, ada kisah cinta tragis yang terungkap antara Odin, ketua FC, dan Alya. Dan, mereka baru menyadari hubungan itu pada detik-detik terakhir kehancuran. Akhirnya novel terbaru Omadi Pamouz rilis juga #yay #excited setelah mendengar rumor kalau Bang Omadi mau menulis cerita baru dengan genre fantasi saya menjadi tidak sabaran untuk menunggu novel ini rilis.

Novel ini sendiri berkisah tentang roh seorang dukun dari suku Maya kuno yang bangkit pada akhir Baktun ke-13, lalu menjalankan aksinya untuk mewujudkan tatanan dunia baru dengan menggunakan tubuh anak kecil bernama Fiko sebagai avatarnya. Fiko yang sudah dirasuki memerintahkan hantu dari klan Kunti, Genderuwo, Pocong dan Tuyul untuk menangkap hantu yang memiliki tingkat energi di atas level tiga. Hantu-hantu yang takut menjadi sasaran perburuan melarikan diri ke sebuah sekolah swasta, SMASH, dan merasuki murid-murid yang sedang menggelar pertandingan basket. Semua mengalami kerasukan kecuali Raisa yang pura-pura pingsan dan lima murid pindahan berjuluk Five Charming.

Peristiwa kerasukan tersebut ternyata sudah diketahui Alya melalui vision-nya. Kedatangannya untuk memperingati murid-murid ternyata sia-sia karena Five Charming mengeluarkan hantu-hantu dari tubuh murid-murid dengan cara yang menakjubkan.

Semua tokoh dalam #Gho5ts terkoneksi lewat Alya. Alya adalah sepupu Raisa, kakak kandung dari Fiko dan kekasih Odin di masa lalu. Sementara roh suku Maya kuno membutuhkan roh Alya sebagai katalisator pendirian tatanan dunia baru setelah kehancuran dunia. Kisah selanjutnya bisa disimak dalam novel #Gho5ts.

Pergerakan tokoh dalam #Gho5ts sangat fleksibel sehingga banyak tempat yang menjadi latar cerita, mulai dari dalam negeri sampai luar negeri. Dari dalam negeri ada Menara Tirtanadi dan Terminal Amplas Medan, Istana Maimon, Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Gunung Pusuk Buhit Samosir, Gedung MPR/DPR dan lain-lain. Sementara di luar negeri ada Menara Eiffel, beberapa tempat berhantu di Inggris, Kamp. Nazi, Kolosium Roma, Katakombe, Museum Lovre, Qin Shi Huang Terracotta Warriors and Horses Museum, Piramida Khufu, Transylvania, Memorial dan Museum Nasional 11 September di komplek WTC New York.

Hantu dalam #Gho5ts beragam dan mengalami perubahan karakter. Selain Kunti, Genderuwo, Tuyul, Pocong dan Begu, masih banyak hantu yang bergentayangan di #Gho5ts. Sebagian besar mereka adalah hantu dari tokoh-tokoh sejarah dunia. Kebayang nggak sih, kalau Kunti ketemu dengan hantu Jack The Ripper dan hantu Abraham Lincoln, sementara Genderuwo ketemu dengan para Osiris, raja orang-orang mati? Apa jadinya coba? Buruan beli novelnya…!

Ada hal yang menarik sebelum #Gho5ts terbit, yaitu berita tentang produksi film The Avengers ala monster yang terdiri dari Frankenstein, Dracula, Mr. Hide dan lain-lain. Rincian cerita dan jadwal produksinya memang belum dirilis, tapi setidaknya ada kesamaan tema dengan novel #Gho5ts yaitu mengangkat sisi humanis para monster/hantu dalam menyelamatkan dunia. Dan yang terpenting, #Gho5ts selangkah lebih maju karena lebih dahulu diproduksi meski dalam bentuk buku.

Angka “5” yang terselip dalam judul memiliki makna tersendiri. Ini merujuk pada tokoh kelompok Five Charming yang masih misterius.

Secara keseluruhan novel ini memang berbeda dengan novel horror lainnya karena lebih cenderung seperti cerita superhero yang berusaha untuk menyelamatkan bumi yang hero-nya sendiri adalah hantu meski tidak sepenuhnya.

Entah mengapa ketika membaca novel ini ada perasaan ingin tertawa ketika membaca “Klan Pocong, Kunti, Genderuwo dan Tuyul” padahal ini bukan cerita komedi justru ini adalah cerita serius yang mungkin saja disebabkan karena image hantu kita (cieeee…) telah rusak oleh para pembuat film di Indonesia, Bayangkan ketika saya menyebut Vampire, Dracula, Werewolf, Zombie terdengar sangat keren dengan menyebut Pocong, Kunti, Genderuwo dan Tuyul? Padahal mereka sama-sama hantu.

Ditambah lagi joke-joke dalam novel ini menurut saya agak garing. Imajinasi Bang Omadi memang liar. Deskripsi-deskripsi setting serta adegannya detail sampai kadang saya harus membaca ulang beberapa kalimat untuk mencerna maksudnya karena terasa agak “sastra”. Ada beberapa kata yang memang tidak saya mengerti dan mungkin baru pertama kali saya baca. Lumayan untuk menambah perbendaharaan kata. 😉

Dialog-dialognya terasa agak berat dan seolah dibuat-buat, tidak natural mengingat tokoh-tokohnya kebanyakan ABG –dan pasar yang dibidik novel ini adalah ABG juga #CMIIW. Kalau dibandingkan dengan novel Bang Omadi yang terdahulu, Miss Collector, dialognya jauh lebih mengalir dan natural.

After all, novel ini layak dikoleksi karena di dalamnya banyak petualangan seru yang tidak biasa dan mendebarkan. Selain itu buku ini juga mengangkat isu kehancuran dunia yang konon akan terjadi di tahun 2012 kemarin. Andai saja novel ini bisa hadir lebih awal mungkin akan terasa pas timingnya. Good luck Bang Omadi Pamouz, saya tunggu karya selanjutnya. 4 out of 5! 😉

Iklan

Cinderella’s Fairy : Dongeng Bule Rasa Indonesia


Awalnya ketika pertama kali membaca Judul CINDERELLA’S FAIRY dan membaca sinopsisnya cukup membuatku penasaran. Seperti yang kita tahu cerita Cinderella pasti begitu-begitu saja. Namun ketika selesai membaca Novel karya FJ ISMARIANTO ini benar-benar memberikan sesuatu yang berdeda. Berangkat dari cerita Dongeng yang begitu familiar dan kalau aku boleh katakan semua orang tahu akan kisah Cinderella tetapi pada Novel Cinderella’s Fairy ini ceritanya menjadi lebih fresh. Isu yang diangkat dalam cerita ini pun tergolong aktual yaitu tentang Kerusakan Alam.Terlihat bagaimana Klan Pixie begitu membenci Manusia yang telah membuat Alam menjadi rusak.

Oh ya sejak awal aku seperti merasakan sesuatu pada Novel ini. Kesan “Disney” begitu terasa. Apalagi setelah saya menonton Film Animasi Tinkerbell akhirnya terjawab sudah pertanyaan-pertanyaan itu. Karena ada beberapa istilah dalam Novel ini juga dipakai dalam Film Animasi tersebut meski memiliki arti yang berbeda dan wow ketika menyaksikan Film Tinkerbell seolah menyaksikan Visualisasi dari Cinderella’s Fairy, so familiar aku cuma bisa ternsenyum dan berdebar membandingkan dua hal ini. Tapi it’s TOTALLY DIFFRENT karena tema cerita yang diangkat benar-benar berbeda. Trust me!

Cerita boleh saja terasa “BULE” tapi tetap Cinderella Fairy ini terasa Indonesia bahkan Indonesia banget. Karena setting maupun nama tokoh masih memakai nama-nama Indonesia kecuali Scott, Nama yang cukup Asing. Aku jadi berpikir kalau Scott ini pasti keturunan Bule atau semacam Belasteran jika benar berarti disanalah terjawab mengapa Scott memiliki mata Cokelat. Di dalamnya juga digambarkan bagaimana Bangsa Peri begitu mendambakan keindahan Bumi khususnya Indonesia.

Dan yang terakhir adalah Cover dari Cinderella’s Fairy. Aku suka sekali nuansa Hitam dan Merah-nya dan lagi-lagi aku harus mengatakan kalau Desain Covernya mirip dengan Cover komik Favoritku , xxxHOLiC.

Kesimpulannya adalah Novel ini layak untuk dimiliki. Di dalamnya terdapat banyak pesan kemanusian serta ceritanya yang tak terduga dan membuat penasaran bagaimana ending kisahnya

“Kadang cerita kecil bisa menjadi kisah yang luar biasa dan itulah Cinderella’s Fairy”

NB: Kalau ada yang berminat membeli Novel Cinderella’s Fairy bisa langsung ke website nulisbuku.com atau kontak langsung di reatheryan@gmail.com atau di Twitter @4FJ atau di Facebook FJ Ismarianto.